Suster Nikolin Padjo dari Pelayan Misionaris Roh Kudus (SSpS) termasuk di antara mereka yang terkena dampak ketika batuan vulkanik menghancurkan bagian biara St. Gabriel, yang merupakan rumah bagi 75 biarawati dan postulan.
“Beberapa batu, yang juga jatuh dari lereng gunung berapi, jatuh di atap rumah, menewaskan sejumlah penduduk yang belum diketahui jumlahnya, termasuk Suster Nikolin,” kata Romo Luigi Galvani, seorang misionaris Camillian di Flores, kepada Kantor Berita Fides milik Vatikan.
Baca Juga: Posko Ile Gerong tak Didatangi Pengungsi, Kades: Nasi yang Kami Masak Dibagikan ke Pengungsi Mandiri
Caritas Indonesia telah memulai respons kemanusiaan bersama dengan beberapa keuskupan dan organisasi Gereja untuk memperlancar distribusi bantuan dan manajemen tugas, sehingga memungkinkan dukungan yang cepat dan efisien bagi para penyintas.
Badan kemanusiaan Gereja Katolik di Indonesia mengatakan akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terkena dampak.
Artikel Terkait
Polda NTT Siapkan Fasilitas Pembangunan Tenda untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi
Pengedar Tembakau Sintetis Kawasan Bogor Selatan Dibekuk Polisi
Terlibat Judol di Kemkomdigi, Dua Pelaku Ditangkap dan Tiba di Bandara Bandara Soetta
Polisi Berhasil Bongkar Jaringan Peredaran Obat- obat Terlarang Lintas Provinsi
Polres Metro Jakarta Barat Grebek Markas Judol di Rumah Mewah Cengkareng, Amankan 8 Orang Tersangka