REPORTASENTT.COM, KUPANG- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang memperingatkan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan.
Saat ini, wilayah NTT tengah memasuki puncak musim hujan yang dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer global dan lokal.
BMKG melaporkan adanya pengaruh aktifnya Monsun Asia, Fenomena La Niña lemah, Madden Julian Oscillation (MJO), serta gelombang atmosfer Equatorial Rossby dan Kelvin.
Baca Juga: Seorang Pemuda di Kota Kupang Curi Jemuran Warga, Dibekuk Polisi Saat Hendak Melakukan Hal Ini!
Selain itu, terdapat sirkulasi siklonik, seruakan dingin (cold surge), serta daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi) di sekitar NTT.
Kombinasi fenomena ini meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di hampir seluruh wilayah provinsi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sikka, Ende, Flores Timur, Lembata, Manggarai, Timor Tengah Selatan, dan wilayah lain di NTT.
Baca Juga: Pedoman Etika Penggunaan AI Jurnalistik: Transparansi dan Integritas di Era Teknologi
Dampak yang mungkin terjadi meliputi banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan sambaran petir.
1. Tetap tenang namun tingkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
2. Hindari aktivitas di luar ruangan saat terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Trans Maumere- Larantuka, Satu Orang Luka Serius
3. Pastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat untuk mencegah banjir.
Pantau informasi cuaca terkini dari BMKG melalui layanan informasi 24 jam di nomor telepon (0380) 881613, WhatsApp 0811-3940-4264, aplikasi Info BMKG, atau media sosial @infobmkgeltari.