Legenda Timnas Indonesia Henky Timisela Tutup Usia, ‘Wonder Boy’ dengan Warisan Abadi

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Selasa, 30 September 2025 | 07:15 WIB
Henky Timisela, legenda timnas Indonesia. (Foto/ ist)
Henky Timisela, legenda timnas Indonesia. (Foto/ ist)




 
 
REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Kabar duka datang dari dunia sepak bola nasional. Henky Timisela, legenda timnas Indonesia yang dikenal dengan julukan Wonder Boy, meninggal dunia pada usia 87 tahun, Sabtu, 27 September 2025.
 
 
 


Kabar kepergian Henky disampaikan langsung oleh Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, lewat unggahan akun Instagram pribadinya.
 
 
 


“Henky Timisela merupakan salah satu striker andalan Timnas Indonesia dan sempat mengantar Merah Putih juara Merdeka Tournament pada 1961 dan 1962,” tulis Erick.
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Mantan bos Inter Milan itu juga mengenang aksi fenomenal Henky ketika membobol gawang Jerman Timur pada laga uji coba di Jakarta tahun 1959.
 
 
 
 
“Mendiang dijuluki Wonder Boy karena berhasil mencetak dua gol ke gawang Jerman Timur,” tutur Erick.
 
 


“Turut berduka cita sedalam-dalamnya dan terima kasih atas perjuangan membela Merah Putih. Selamat jalan, Om Henky,” imbuhnya.
 
 
 
 
 
 


Karier Singkat, Prestasi Mengilap

Henky lahir di Surabaya pada 22 November 1937. Kariernya melesat bersama Persib Bandung pada 1957-1962.
 
 
 
Bersama Maung Bandung, ia membawa pulang gelar Perserikatan 1961.
 
 
 


Di level timnas, Henky adalah bagian dari generasi emas. Ia ikut mempersembahkan medali perunggu Asian Games 1958 di Tokyo.
 
 
 
 
 
 
 
 
Setahun kemudian, ia tampil heroik dengan dua gol ke gawang Jerman Timur.
 


Puncaknya datang saat Indonesia merebut gelar Merdeka Tournament 1961 dan 1962. Pada edisi 1962, Henky tampil sebagai top skor dengan delapan gol.
 
 
 
Total, ia membukukan 55 gol dari 63 pertandingan (termasuk laga non-FIFA), sebuah rekor produktivitas yang masih dikenang.
 
 
 
 
 
 


Gantung Sepatu Dini

Meski berada di puncak performa, Henky memilih gantung sepatu pada 1962, di usia 25 tahun.
 
 
 
 
Ia melanjutkan studi ke Jepang, keputusan langka bagi pesepak bola Indonesia masa itu.
 
 


Selepas pendidikan, Henky meniti karier profesional. Ia pernah bekerja di Taisel Corporation Hotel Okura Jepang (1968-1971), hingga menjabat General Manager Toyota Astra Motor Jakarta (1976-1996).
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Warisan Abadi

Kiprah Henky di sepak bola memang singkat, namun jejaknya tak terhapus. Pada 2014, Kementerian Pemuda dan Olahraga merilis biografi Henky Timisela, Wonder Boy Sepak Bola Indonesia karya jurnalis Sumohadi Marsis.
 
 
 


Buku itu mengabadikan kisah hidupnya,  penyerang tajam yang memilih jalur berbeda setelah sepak bola. Sosoknya dikenang bukan hanya karena gol-gol indah, tapi juga keberanian menata hidup di luar lapangan.
 


Kepergian Henky Timisela meninggalkan duka, sekaligus pengingat bahwa Indonesia pernah punya Wonder Boy yang namanya terpahat dalam sejarah emas sepak bola Tanah Air.


Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X