Dikatakannya, tanpa regenerasi sehat, strategi pelatih tidak akan memberi hasil konsisten.
“Tanpa regenerasi yang kuat, sehebat apa pun strategi pelatih, hasilnya akan tetap sama—tersandung di tengah jalan,” katanya.
Baca Juga: Kecelakaan Lalulintas Flotim: Polisi Lakukan Olah TKP di Lewolere, Ini Penjelasan Resmi Satlantas
Ia menambahkan, Komisi X DPR RI akan terus mengawal transformasi sepak bola nasional agar tidak bergantung pada figur pelatih atau pimpinan federasi.
"Sistem dan tata kelola harus menjadi pijakan utama," ungkapnya.
Terkait pemutusan kerja sama pelatih sebelumnya melalui mekanisme mutual termination, Hetifah menyebut PSSI memiliki ruang memulai arah baru pembinaan.
Baca Juga: Hilang 3 Hari di Hutan Blepanawa- Flores Timur, Kakek Aloysius Akhirnya Ditemukan Selamat
Ditambahkannya, momentum ini penting untuk menata ulang filosofi bermain dan sistem pembinaan secara lebih terstruktur.
“Pelatih boleh berganti, tetapi arah pembangunan sepak bola nasional tidak boleh berubah setiap kali kita kalah. Kita harus bicara sistem, bukan figur,” kata dia.
Artikel Terkait
Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai NTT, Ini Penjelasan BMKG
Mengaku Terganggu, Seorang Warga Belu Tembak Burung Hantu hingga Dijerat KUHP Baru
Lupa Pernah Menjual Jati, Pria 42 Tahun Asal Belu Minta Maaf ke Anaknya Usai Mediasi Polisi
Sabung Ayam di Pasar Oebobo Dibubarkan Polisi, Satu Ayam Diamankan
Tanpa Helm dan Oleng di Jalan Timor Raya Kota Kupang, Pengendara Ini Diamankan Polisi