REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Pemerintah Kabupaten Flores Timur mendukung penuh peningkatan kapasitas guru seni melalui kegiatan Workshop Seni Pertunjukan bagi Guru Seni yang digelar pada Jumat-Sabtu, 13–14 Juni 2025.
Workshop ini berlangsung di Rumah Susun Unio Keuskupan Larantuka dan menghadirkan pemateri nasional, Dr. Joned Suryatmoko, akademisi sekaligus praktisi teater dan seni pertunjukan asal Jakarta.
Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, dalam sambutan resminya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata, Silvester Suban Toa Kabelen, menyampaikan bahwa seni memegang peran penting dalam membangun kesadaran, imajinasi, dan daya hidup masyarakat.
Baca Juga: Sidang Kode Etik LVRI NTT! Polisi Siaga, Jenderal- jenderal Turun Gunung!
"Seni memiliki pengaruh kuat dalam membentuk kesadaran, membangun tradisi kritik, etik, dan refleksi. Imaginasi yang dirawat oleh seni merupakan ruh kebudayaan yang mendorong lahirnya penciptaan dan tindakan kreatif," ujar Silvester membacakan sambutan Bupati.
Bupati Doni juga menekankan bahwa kegiatan workshop ini sejalan dengan semangat "Insan Pembelajar" yang tengah digaungkan dalam pembangunan sumber daya manusia Flores Timur.
Guru, menurutnya, adalah aktor utama dalam mempersiapkan generasi masa depan, termasuk di bidang seni dan kebudayaan.
Baca Juga: SK Cuma 80 Persen! Gubernur NTT Melki Warning 1.380 CPNS Baru: Tunjukkan Kalian Layak
"Saya berharap semua peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Bangun jejaring kreativitas dan solidaritas agar ekosistem pendidikan dan kesenian kita terus bertumbuh," tambahnya.
Kegiatan workshop ini menghadirkan narasumber utama Dr. Joned Suryatmoko, seorang doktor di bidang teater dan seni pertunjukan dengan pengalaman internasional.
Dalam sambutannya, Pemkab Flores Timur juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Joned berbagi pengetahuan dan inspirasi bagi para guru seni di daerah.
Baca Juga: Mufti Anam Murka! Pemerintah Indonesia Diingatkan Tak Jadi Makelar Tambang
"Dengan pengalaman dan pengetahuan internasional yang dimiliki Bapak Joned, kita berharap para peserta bisa memanfaatkan modalitas lokal untuk menciptakan masa depan kesenian Flores Timur yang berdaya saing di level nasional dan internasional," sebut Silvester.
Di akhir sambutannya, Bupati Doni melalui Kepala Dinas Pariwisata menyampaikan permohonan maaf jika selama kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan, dan berharap Joned membawa pulang cerita-cerita indah dari Flores Timur.
Workshop ini diharapkan Bupati, menjadi langkah awal bagi para guru seni di Flores Timur untuk memperkuat peran mereka sebagai agen kreatif yang merawat dan mengembangkan kebudayaan lokal di tengah tantangan zaman.
Artikel Terkait
Mau FYP di Medsos, Malah Kena Tilang! Anak Motor Kupang Berakhir di Tangan Polisi
Mufti Anam Murka! Pemerintah Indonesia Diingatkan Tak Jadi Makelar Tambang
Terciduk Saat Bertugas! Oknum Polisi di Kupang Langgar Etika Berat, Karier Langsung Tamat di Sidang Polda NTT
SK Cuma 80 Persen! Gubernur NTT Melki Warning 1.380 CPNS Baru: Tunjukkan Kalian Layak
Sidang Kode Etik LVRI NTT! Polisi Siaga, Jenderal- jenderal Turun Gunung!