Kabar Gembira! Mendikdasmen Usulkan Tambahan Anggaran Rp14,4 T untuk Insentif Guru Honorer dan PIP

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Selasa, 26 Agustus 2025 | 20:38 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. (Foto Infopublik.id)
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. (Foto Infopublik.id)



REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp14,4 triliun untuk tahun 2026.
 
Salah satu fokus dari usulan tersebut adalah peningkatan insentif bagi guru non-ASN atau honorer.

Mu'ti menyampaikan hal itu saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (26/8).
 
 
 
 
Rapat tersebut membahas alokasi anggaran pendidikan tahun depan.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan dana pendidikan 2026 mencapai Rp757,82 triliun.
 
Dari jumlah itu, Kemendikdasmen mendapatkan pagu indikatif Rp55 triliun atau sekitar 7 persen dari total anggaran.
 
 
Baca Juga: Upaya Kabur Gagal, Pelaku Penculikan Kepala Bank BUMN Ditangkap di Bandara Komodo

Namun, Mu'ti menilai angka tersebut belum mencukupi untuk mendanai berbagai program prioritas.
“Dengan pagu anggaran sebesar Rp55 triliun, masih banyak rencana program dan kegiatan yang belum dapat terbiayai,” ujar Mu’ti.

“Oleh karena itu, kami mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp14,4 triliun untuk membiayai sebagian usaha program dan kegiatan yang paling prioritas,” tambahnya.
 
 


Fokus PIP dan Guru Honorer

Mu'ti menjelaskan tambahan anggaran akan diarahkan ke sejumlah program penting, salah satunya Program Indonesia Pintar (PIP) yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin di tingkat SD dan SMP.

Ia menyebut, ada rencana peningkatan bantuan dana bagi penerima PIP.
 
Untuk SD dari Rp450 ribu per siswa per tahun menjadi Rp600 ribu, sedangkan untuk SMP dari Rp750 ribu menjadi Rp1 juta per siswa per tahun.
 
 
 
Baca Juga: Timnas Indonesia Umumkan 27 Pemain untuk FIFA Matchday September 2025

Selain itu, pemerintah juga berencana memperluas cakupan penerima PIP hingga ke jenjang TK.
 
“Langkah ini penting untuk pemerataan akses pendidikan sejak usia dini,” tutur Mu’ti.

Tak hanya itu, usulan tambahan anggaran juga menyangkut peningkatan kesejahteraan guru honorer.
 
 
 
Insentif guru non-ASN diusulkan naik dari Rp300 ribu menjadi Rp500 ribu per bulan.

“Menyesuaikan tunjangan guru non-ASN dengan peningkatan satuan biaya insentif, untuk meningkatkan kesejahteraan guru,” tegasnya.


Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X