REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Taman Baca Masyarakat Palo Porong Kolidatang, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur menggelar pembinaan iman bagi anggota komunitas.
Setelah melaksanakan kegiatan literasi bertema 'Bincang-Bincang Inspirasi Seri-9' bersama narasumber yang diundang, komunitas TBM Palo Porong Kolidatang juga melaksanakan kegiatan lanjutan berupa pembinaan iman untuk segenap anggota komunitas yang adalah para remaja SMP dan SMA serta anak-anak SD yang notabene semuanya beragama Katolik.
Kegiatan ini dilaksanakan di depan halaman rumah baca komunitas literasi Palo Porong Kolidatang.
Kegiatan pembinaan yang dilaksanakan ini bertujuan sebagai persiapan iman sekaligus persiapan batin bagi para anggota komunitas yang akan merayakan hari raya kebangkitan Yesus Kristus pada momen Perayaan Paskah nanti.
Kegiatan pembinaan pada hari ini langsung dibawahkan oleh founder yang juga merupakan fasilitator komunitas, Thomas Are, S.Pd, salah seorang guru mata pelajaran pendidikan agama katolik pada UPTD Satuan Pendidikan Formal SMPN 3 Tanjung Bunga.
Tema yang diangkat dalam pembinaan iman pada hari itu adalah tentang; 'Kebangkitan Kristus Memberikan Semangat Hidup Baru Bagi Remaja dan Orang Muda Masa Kini'. Kegiatan ini dihadiri sebanyak 20-an peserta komunitas.
Baca Juga: Ratusan Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Surakarta Ikut Rukyat, Tidak Melihat Hilal Ramadan 1445
Peraih penghargaan Guru Honor Berdikasi PGRI Kabupaten Flores Timur pada Tahun 2023, sekaligus penulis dan penyair ini juga dalam materi pembinaan iman yang dibawakannya.
Peraih penghargaan Guru Honor Berdikasi PGRI Kabupaten Flores Timur pada Tahun 2023, sekaligus penulis dan penyair ini juga dalam materi pembinaan iman yang dibawakannya.
Ia mengajak para pelajar yang merupakan anggota komunitasnya untuk semakin berakar dalam iman dan memaknai kebangkitan Yesus Kristus sebagai cermin untuk kebangkitan pribadi menjadi yang lebih baik dan berguna bagi orang lain.
Nilai-nilai iman juga sebenarnya menjadi sebuah muara agar mampu mengaplikasikan nilai-nilai kebaikan hidup untuk menempah diri dan berguna untuk pembangunan bangsa dan negara.
Thomas juga memberikan pemahaman kepada peserta tentang paradigma perubahan zaman masa kini yang menawarkan berbagai perubahan bagi manusia; baik secara positif maupun negatif.
"Oleh karena itu, dalam menghadapi tantangan zaman ini, salah satu tonggak petuahnya adalah menjadikan dasar nilai-nilai iman sebagai kompas bagi kehidupan manusia," katanya.
Penulis: Oncu Labina
Artikel Terkait
King Saudi University Buka Peluang kerja Sama dengan Perguruan Tinggi di Indonesia
Soal Diskriminasi Guru Sekolah Swasta Ikut Tes PPPK, Ini Penegasan Hugo Pareira ke Mendikbud
PMKRI St. Agustinus Larantuka Gelar Masa Bimbingan Calon Anggota 2024
Ratusan Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Surakarta Ikut Rukyat, Tidak Melihat Hilal Ramadan 1445
Bimas Katolik Jajaki Kerja Sama Beasiswa dengan Pemerintah Prancis