politik

Tim IT Lazkar Ribu Ratu Akui Tak Ada Pelatihan dari Pihak KPU Flores Timur Soal Sistem Silonkada

Rabu, 19 Juni 2024 | 15:58 WIB
Helena Tukan. (Foto Reportase NTT)



REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Tim Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE) dari pasangan calon kepala daerah Lukman Riberu dan Zakarias Paun mengungkapkan bahwa mereka tidak menerima pelatihan apapun dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Flores Timur terkait Sistem Informasi Pencalonan Kepala Daerah (Silonkada).

Hal ini disampaikan oleh ketua tim ITE, Helena Tukan, dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Sekretariat Tim Pemenangan Lazkar Ribu Ratu, Rabu (19/6/2024).

Menurut Helena Tukan, ketidaktahuan akan penggunaan Silonkada telah menghambat proses pendaftaran dan verifikasi calon Lukman dan Zakarias.
 
Baca Juga: Pilkada Flotim, Bagaimana Nasib Tim Lazkar Ribu Ratu Pasca KPU Gugurkan Lukman dan Zakarias Melalui Jalur Independen?

"Kami mengalami kesulitan teknis karena tidak adanya bimbingan atau pelatihan dari KPU. Kami merasa ditinggalkan dalam proses yang seharusnya mendukung transparansi dan efisiensi pemilihan," ujar Elen.

Dikatakan Helen, banyak hal atau kendala yang terjadi. Sejak tanggal 29 Mei diakuinya, tim ITE Lazkar Ribu Ratu hanya diberitahukan isi dalam aplikasi Silonkada saja.

"Yang membuat kami cukup kaget file- file yang kami miliki harus berdasarkan nama sesuai Nomor Induk Keluarga (NIK). Jadi file itu diubah berdasarkan NIK yang ada," kata Helena.
 
Baca Juga: Lazkar Ribu Ratu Tak Lolos Verifikasi Calon Independen Pilkada Flotim, Lukman Riberu: Kami ada Plan A dan B

Dirinya pun mengakui bukan hal yang mudah.

Secara sistematik dalam Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE) ungkapnya, jika dikerjakan secara manual dengan data yang puluhan ribu diakuinya tidak mudah untuk mereka kerjakan.
 
"Karena memang dari awal kami tidak dikasih pelatihan atau bimtek dari KPU. Setelah itu kami dipanggil juga melalui pesan teks, tidak juga dengan bersurat resmi, kami ke KPU disana kami dipaparkan terkait dengan Silonkada tadi," kata dia.
 
Baca Juga: Kemenkes Menarik Kembali Nomor Induk PPPK Bidan Pendidik, Komisi II: Pembatalan NIP Gila Ini

Selain itu Helen juga mengakui mengalami kendala dalam pengoperasian sistem Silonkada.

Menurutnya hanya membuka sistemnya saja sudah membuang waktu berjam- jam.

"Yang mana seharusnya kami sudah melakukan penguplod an (unggahan), dan mengisi dan mengerjakan data tersebut, ternyata waktu kami hanya dipotong lagi. Karena mulai harusnya tanggal 2, kita undur sampai tanggal 3, itupun mendekati jam 12 malam. Jam- jam tersebut  kami memang sedang bekerja, tetapi juga tim sudah pada kelelahan semua ," ungkap Helen.
 
Baca Juga: Anggaran BP2MI Kecil, Netty: Pemerintah Belum Serius Lindungi PMI

Untuk diketahui, Silonkada merupakan platform digital yang digunakan untuk mengelola seluruh proses pencalonan kepala daerah, mulai dari pendaftaran hingga verifikasi dokumen.

Sistem ini diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat proses administratif, namun tanpa pelatihan yang memadai, tim teknis banyak calon mengalami kebingungan dan kesalahan input data.
 
Panduan tertulis tidak cukup untuk memahami sistem yang kompleks ini.
 
 Baca Juga: Komisi Dakwah MUI Serukan Khatib Idul Adha Suarakan Persatun dan Kesatuan Umat
 
Helen juga mengiginkan, mereka membutuhkan pelatihan langsung dan sesi tanya jawab untuk memastikan semua tim dapat mengoperasikan Silonkada dengan benar.

Hingga berita ini diturunkan, Reportase NTT sudah berupaya mengkonfirmasi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Flores Timur, NTT, Antonius Djentera Betan melalui saluran WhatsApp namun belum ada jawaban, terkait keluhan serta persoalan yang dihadapi Tim IT dari pasangan Lukman Riberu- Zakarias Paun, hingga Tim Lazkar Ribu Ratu dinyatakan gugur dalam  mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) Flores Timur, melalui jalur Independe.

Tags

Terkini