politik

Anom Widiyantoro Resmi Maju Sebagai Calon Bupati Pemalang 2024-2029, Sosok Profesional dengan Dukungan Enam Partai Besar

Senin, 2 September 2024 | 16:27 WIB
Pasangan Anom dan Nurkholes, disingkat An-Nur. (Foto/ ProMedia Teknologi)
 
REPORTASENTT.COM- Anom Widiyantoro kini resmi terdaftar sebagai salah satu kontestan dalam Pemilihan Bupati Pemalang untuk periode 2024-2029.
 
Partisipasinya telah dikonfirmasi setelah melakukan pendaftaran sebagai Calon Kepala Daerah pada 29 Agustus 2024.
 
Anom Widiyantoro diusung oleh Partai Golkar dan didukung oleh lima partai politik lainnya, seperti PSI, Partai Gelora, Partai Perindo, Partai Hanura, dan Partai Buruh.
 
 Baca Juga: Romo Philip Larrey: Pakar AI Vatikan 'Penyelamat atau Ancaman? Umat Katolik di Persimpangan Revolusi Teknologi'

Dalam pencalonannya, Anom akan berpasangan dengan Nurkholes yang menjadi pasangan calon wakilnya.
 
Duet ini diharapkan mampu membawa perubahan dan kemajuan bagi Kabupaten Pemalanag.

Anom Widiyantoro sendiri dikenal sebagai sosok profesional dengan latar belakang yang kuat di dunia Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
 
 Baca Juga: Wow! KY Berikan Sanksi Mengejutkan: Tiga Hakim PN Surabaya Dipecat dan Diberhentikan dengan Hak Pensiun dalam Kasus Ronald Tannur
 
Kariernya yang cemerlang dan pengalaman luas di sektor ini menjadikannya kandidat yang dianggap memiliki kapabilitas untuk memimpinPemalang ke arah yang lebih baik.
 
 
Sebelum melakukan pendaftaran ke Kantor KPUD Pemalang Pasangan Anom dan Nurkholes atau disingkat An-Nur melakukan deklarasi di Gedung Golkar Pemalang. Deklarasi diikuti oleh kelima partai politik pendukung dan para relawan An-Nur.
 

Pendaftaran Paslon ke KPUD di Detik Akhir Penutupan

Adapun alasan pasangan An-Nur baru mendaftar ke KPUD Pemalang pada hari terakhir pendaftaran karena surat rekomendasi dari Partai Golkar diturunkan pada akhir waktu menjelang penutupan pendaftaran Calon Kepala Daerah.

Bahkan dari isu yang beredar di detik akhir menjelang pendaftaran ke KPUD Pemalang, Anom sempat menunggu kepastian koalisi dari PKB.
 
Berdasarkan konfirmasi langsung dari tim Pantura Raya di kediaman pribadinya, pada Minggu, 1 September 2024, beliau tak menyangkal isu tersebut.
 
Baca Juga: Pencarian Hari Kedua, Tim Sar Gabungan Berjuang Temukan Sandro, Pedagang Ikan yang Terseret Arus di Pantai Waigete- Sikka

"Betul, setelah menerima amanah dari Golkar, saya masih menunggu kepastian koalisi dari PKB. Meskipun keputusan akhir PKB pada akhirnya mengusung Vicky, tetapi kemarin saya menunggu kepastian koalisi dari PKB dan berkomunikasi langsung dengan para petinggi di jajaran PKB, sebagai bentuk komitmen saya karena telah mendaftar di pencalonan yang dibuka PKB," terangnya.

Namun, menurut Anom ini juga menjadi pengalaman awal baginya dalam terjun di dunia politik dan beliau tidak kecewa dengan hasil rekomendasi yang diturunkan oleh partai PKB.

Anom juga bersyukur dalam proses mendapatkan dukungan dari partai-partai dan berkomunikasi dengan para petinggi partai, alhamdulillah beliau bisa melaksanakannya dengan baik dan lancar secara mandiri dengan bekal kemampuan yang dimiliki.
 
Baca Juga: Pelaku Pembunuhan di Kodi Utara Ditangkap! Bagaimana Polisi Berhasil Memburu RM Hingga ke Bali?

Beliau mengapresiasi bahwa tim yang ada sudah berjalan sangat cepat dan semua lancar hingga masa pemeriksaan tes kesehatan di RSUP Dr. Kariadi, pada Jum'at lalu (30/8/2024).


Rela Lepas Karir Cemerlang di BUMN

Latar belakang Anom Widiyantoro sendiri adalah sosok profesional yang berkarir di Badan Usaha Milik Negara atau BUMN.

Beliau terakhir menjabat sebagai pengurus anak usaha BUMN.

Anom pun mengungkapkan bahwa beliau rela untuk mengundurkan diri dan melepas karirnya di BUMN untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2024.
 
Baca Juga: Modus Baru Penipuan! Pelaku Tipu Pedagang Roti Lewat Media Sosial, Bawa Kabur Motor Korban

"Sebelumnya saya seorang pegawai di BUMN tepatnya sebagai pengurus anak usaha dan saat ini sedang mengurus surat pengunduran diri," ucap Anom.

Di sisi lain, pada masa Covid beliau dipercaya BUMN untuk menjadi pengurus anak usaha yang saat itu sedang mengalami keterpurukkan.
 
Namun, berkat kemampuan dan kepemimpinannya yang bagus, perusahaan bisa bangkit dan membaik hingga saat ini.
 
Baca Juga: Polisi Gerebek Pembeli Satwa Liar, 6 Ekor Hewan Dilindungi Diselamatkan dari Perdagangan Ilegal!

"Betul, saya menjabat sejak masa covid dimana saat itu keuangan perusahaan defisit dan alhamdulilah saat ini sudah sukses surplus," tambah Anom.

Meskipun Anom sudah berada di posisi atau jabatan yang sangat menguntungkan dirinya, beliau justru memutuskan untuk mundur dari BUMN dan siap melanjutkan pengabdian di Kabupaten Pemalang dengan menjadi kepala daerah.
 

Tags

Terkini