REPORTASENTT.COM, ATAMBUA – Teknologi digital dapat memberikan banyak manfaat terhadap pengelolaan keuangan negara yang semakin akuntabel dan berkualitas. Penegasan itu disampaikan Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), Kebijakan Belanja Pengadaan Toko Daring LKPP dan Penyerahan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) Lingkup Pemerintahan Se-NTT, yang berlangsung di Ballroom Bahagia Hotel Atambua, Jumat (23/02/2024).
“Hari ini Pemerintah Kabupaten Kota se-NTT dan Bank NTT melakukan launching digitalisasi keuangan desa dan saya mengucapkan profesiat. Kegiatan ini merupakan pembelajaran yang sangat berharga supaya kita lebih maju didalam tata kehidupan dan tata kelola keuangan. Selain kemajuan diberbagai bidang, kita lebih mudah untuk memproses dan mempersingkat, karena memang kita harus berpacu dengan waktu untuk mengurus banyak hal,” ujar Uskup Atambua.
Lanjut Uskup Atambua, penerapan ekosistem keuangan digital ini membuat pemerintah itu semakin dipercaya, karena sistem pengelolaan keuangan yang terpercaya.
Baca Juga: Kemajuan Pariwisata Mabar Jangan Menggerus Identitas Budaya Manggarai
Dampak dari sistem ini, akan membantu masyarakat untuk keluar dari kerangka berpikir tradisional, menuju pada kerangka berpikir yang moderen terkait pengelolaan keuangan.
“Dinamika ini akan membantu masyarakat untuk berpikir secara baik dan ikut melakukan inovasi-inovasi melalui brainstorming, yang memungkinkan masyarakat untuk masuk ke dalam jaringan kehidupan yang lebih baik,” ucap Uskup Domi Saku.
Ia menambah, saat ini kita masih membutuhkan stigma realitas yang dinamakan virtual reality, the real reality dan augmented reality, sehingga masyarakat bisa memiliki wawasan yang lebih luas untuk menghadapi kehidupan yang lebih optimis.
Baca Juga: HUT Manggarai Barat Ke-21, Sejumlah Capaian Disyukuri
“Kerja sama gereja dan pemerintah saat ini sangat baik, mengingat program-program kerja yang saling beririsan. Pihak gereja selalu memberikan inspirasi dan pelatihan, terlebih pembentukan kerangka maindset, karena itu yang paling penting,” katanya.
Disisi lain, gereja selalu bersama pemerintah dengan melaksanakan berbagai program-program kerja strategis, yang menegaskan nilai-nilai kehidupan rohani sebagai modal untuk berkembang, seperti yang termaktub dalam visi misi Bupati dan Wakil Bupati Belu, yang berpadanan dengan nilai-nilai iman yang kita kembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kendati gereja dan pemerintah melalui jalur masing-masing, kerja sama kita ini diharapkan tetap memberikan kontribusi bagi kesejahteraan umat atau masyarakat di Kabupaten Belu,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Pekan Pajak, Wakil Bupati Belu Ajak Wajib Pajak Segera Lapor SPT Tahunan
BPS Gandeng Pemkab Belu Gelar FGD Menuju Publikasi Belu Dalam Angka 2024