REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Akibat tertahan terlalu lama di Pelabuhan Feri Waibalun, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim), para sopir ekspedisi mengadukan persoalan yang mereka hadapi ke Ombudsman NTT.
Para pemilik truk ekspedisi mengaku, kendaraan mereka sudah tertahan dua minggu di pelabuhan Feri Waibalun.
Akibatnya, para pemilik truk mengaku mengalami kerugian.
Baca Juga: Hal Inilah yang Menyebabkan Eko Irawan Gagal Bawa Pulang Medali di Angkat Besi Olimpiade 2024
Kepala perwakilan Ombudsman NTT, Darius Besa Daton pun mengaku mendapatkan keluhan dari para pemilik kendaraan itu.
"Malam ini kami menerima telepon keluhan dari para pemilik truk ekspedisi jurusan Surabaya, maumere, Larantuka, Adonara dan Lembata," demikian dikatakan Darius.
Keterlambatan keberangkatan ini dikatakan Darius, karena KM Ile Mandiri sedang decking.
Baca Juga: Pelaku Narkoba di Lopok Sumbawa Ditangkap Polisi
Para pemilik kendaraan mengaku ke Ombudsman NTT, jika hal ini di biarkan terlalu lama akan mempengaruhi kelonjakan harga kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya.
Pelabuhan Feri Waibalun Larantuka, merupakan pintu utama Pulau antar pulau seperti Solor, Adonara dan Lembata menyuplai barang dari Surabaya dan Maumere.
Para pemilik truk juga protes terhadap Pemda Flores Timur, karena tidak ada perhatian untuk membantu memperlancar arus barang antar pulau yang seharusnya menjadi atensi pemerintah.
Baca Juga: Menginspirasi dengan Karya di Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema
"Malam ini pukul 20. 00 WITA, saya berkoordinasi dengan penjabat bupati Flores Timur Sulastri Yasid dan menager usaha ASDP cabang Kupang guna mencari alternatif solusi," kata Darius.
Dirinya juga meminta kepada kedua penjabat ini untuk membantu masyarakat Flores Timur dan Lembata, dengan penyeberangan truk- truk tersebut.
"Saya juga meminta bantuan penjabat bupati Flores Timur untuk membenahi layanan pelabuhan Deri di Adonara yang sering di keluhkan," katanya.
Baca Juga: Nekat Gasak Uang Jutaan Rupiah dan handphone, Seorang Gadis di Kota Larantuka Dibekuk Polisi