Alfamart dan Indomaret Semakin Meluas di TTS, Pemuda Katolik Soroti Hal Ini!

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Minggu, 2 Februari 2025 | 21:17 WIB
Ketua Komcab Pemuda Katolik Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), drh. Luciana Mathilda Wio.
Ketua Komcab Pemuda Katolik Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), drh. Luciana Mathilda Wio.

 

REPORTASENTT.COM, TTS- Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), drh. Luciana Mathilda Wio, menyoroti semakin meluasnya keberadaan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di wilayah TTS dan sekitarnya.

Dalam pandangannya, meskipun tujuan utama ritel modern adalah mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan sehari- hari, dampaknya terhadap ekonomi lokal, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), masih minim.

Luciana mengungkapkan, untuk mendorong kemajuan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM, dibutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara ritel modern dan UMKM.

 Baca Juga: Oknum Polisi di Kupang Terlibat Kasus Dugaan Penggelapan, Kabid Humas Polda NTT Jelaskan Hal Ini!

Ia menyarankan agar Alfamart dan Indomaret melakukan pelatihan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam pembuatan produk.

"Saya menginginkan adanya pelatihan dari Alfamart dan Indomaret untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam membuat produk," ujar Luciana.

Keberadaan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret menurutbya, semakin meluas di TTS dan hampir seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa tahun terakhir.

 Baca Juga: Warning dari BMKG! Kenali Tanda- tanda Awal Banjir Bandang dan Longsor Sebelum Terlambat!

Namun, ia menekankan pentingnya bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan dukungan agar produk mereka dapat bersaing dan diterima di pasar yang lebih luas.

Luciana mencontohkan beberapa produk lokal yang memiliki potensi besar, seperti Madu Alam Gunung Mutis, produk oleh-oleh dari Kelompok Wanita Tani Suka Maju Ajoabaki, dan Olahan Daun Kelor dari Timor Moringa.

Produk-produk ini kata dia, dikenal masyarakat, namun masih membutuhkan dukungan agar bisa dipasarkan di ritel modern.

 Baca Juga: MenPAN RB Tetapkan Aturan Baru: PPPK Paruh Waktu yang Pindah Instansi Dianggap Mengundurkan Diri

Pelatihan yang dimaksud diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam memenuhi berbagai persyaratan, termasuk memperoleh sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga produk lokal dapat dipasarkan di ritel modern.

Halaman:

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X