Tanggapi Isu Kelangkaan, Menteri ESDM Pastikan Tidak Ada Pemangkasan Subsidi dan Pengurangan Impor LPG 3 Kg!

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Selasa, 4 Februari 2025 | 16:36 WIB
Menteri Bahlil menegaskan bahwa penjualan gas LPG 3 Kg sudah bisa kembali normal dilakukan oleh pengecer-pengecer.  (Foto instagram Kesdm)
Menteri Bahlil menegaskan bahwa penjualan gas LPG 3 Kg sudah bisa kembali normal dilakukan oleh pengecer-pengecer. (Foto instagram Kesdm)
 
 
REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tidak melakukan pemangkasan subsidi maupun pengurangan impor gas untuk LPG 3 kg.
 
Pernyataan tersebut sekaligus membantah beredarnya narasi di media sosial mengenai kelangkaan LPG 3 kg dan munculnya produk LPG 3 kg pink nonsubsidi (Bright Gas) yang diklaim menggantikan LPG 3 kg subsidi (gas melon).

“LPG ini tidak ada kuota yang dibatasi. Impor kita tetap sama, baik bulan lalu, bulan ini, maupun 3–4 bulan lalu. Tidak ada pengurangan, dan subsidi juga tetap sama,” tegas Bahlil dalam keterangan resmi yang lansir melalui Infopublik.id, pada Senin (3/2/2025).
 
Baca Juga: Pegawai PPPK Tahap 1 Siap Terima SK Pengangkatan, Ini Tanggal Resminya!

Bahlil menjelaskan, kelangkaan yang dirasakan di beberapa daerah bukan disebabkan oleh masalah pasokan, melainkan perubahan pola distribusi.
 
Menurutnya, saat ini terjadi transisi dari pembelian LPG di pengecer ke pangkalan.
 
"Biasanya, jarak beli LPG di pengecer hanya 100 meter, sekarang mungkin menjadi 500 meter atau 1 kilometer. Lokasi pangkalan juga terkadang belum diketahui masyarakat," jelasnya.
 
Baca Juga: KRI I Gusti Ngurah Rai- 332 Jadi Sorotan di Latma ORRUDA 2024

Pemerintah, lanjut Bahlil, telah memberikan arahan agar pengecer yang memenuhi syarat dapat segera ditingkatkan statusnya menjadi pangkalan, dengan tujuan agar harga LPG 3 kg dapat lebih terkontrol.

Bahlil juga menyampaikan bahwa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah meminta agar masalah distribusi LPG 3 kg ini segera diperhatikan.
 
“Ini hanya transisi saja. Saya mendapat arahan dari Pak Wapres untuk memastikan ketersediaan dan distribusi LPG 3 kg berjalan lancar,” tambahnya.
 
Baca Juga: Pemerintah Trump Buka Penyelidikan Baru Terkait Tuduhan Antisemitisme di Lima Universitas AS

Pernyataan ini juga didukung oleh PT Pertamina Patra Niaga yang turut membantah kabar yang menyebutkan LPG 3 kg pink nonsubsidi (Bright Gas) menggantikan LPG 3 kg subsidi.
 
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menjelaskan bahwa foto yang beredar kemungkinan besar berasal dari tahun 2018, saat Pertamina melakukan uji pasar varian Bright Gas 3 kg.

“Bright Gas 3 kg bukan pengganti LPG 3 kg subsidi. Itu adalah produk nonsubsidi yang diuji pasar beberapa tahun lalu. Kami akan terus memantau distribusi LPG 3 kg agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok ini," ujarnya.

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X