REPORTASENTT.COM, JAKARTA- KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR) – 332, sebagai kapal kombatan Light Frigate atau Perusak Kawal Rudal (PKR) SIGMA 10514, kembali membuktikan kualitas kapal perang buatan dalam negeri yang mampu bersaing dengan kapal asing.
Keikutsertaan kapal ini dalam Latihan Bersama (Latma) ORRUDA 2024 menjadi bukti nyata keunggulan industri pertahanan maritim Indonesia di kancah global.
Kapal perang canggih ini merupakan hasil kolaborasi antara PT PAL Indonesia dan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) dari Belanda.
Baca Juga: Pemerintah Larang Penjualan Elpiji 3 Kg di Pengecer Mulai 1 Februari 2025
Dirancang dengan teknologi modern, KRI GNR- 332 dilengkapi dengan sistem persenjataan mutakhir dan sensor canggih yang mendukung operasi tempur dan pertahanan laut.
Dalam Latma ORRUDA 2024, KRI GNR - 332 menunjukkan kapabilitasnya dalam berbagai skenario latihan tempur dan kerja sama militer dengan negara sahabat.
Keterlibatan kapal ini dalam latihan internasional semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan industri pertahanan maritim yang mumpuni.
Baca Juga: Oknum Pelajar di Ende Terlibat Video Viral Kenakalan Remaja, Polisi Beri Pembinaan
Kemampuan produksi kapal perang dengan spesifikasi tinggi oleh PT PAL Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa, membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya mampu memproduksi kapal perang modern tetapi juga mampu bersaing di tingkat global.
TNI Angkatan Laut terus memperkuat armada pertahanan maritim nasional melalui inovasi dan pengembangan teknologi.
Keberhasilan KRI I Gusti Ngurah Rai- 332 dalam latihan bersama ini menjadi penting bagi industri pertahanan Indonesia untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam menjaga kedaulatan laut Nusantara.
Artikel Terkait
Pulang Mabuk, Buruh Bangunan di Kupang Ancam Istri dengan Pisau, Begini Kronologinya!
Seorang Wanita di Kota Kupang Dibuntuti Dua Pengendara Misterius di Tengah Malam, Panik hingga Dobrak Pagar Rumah
Kapolresta Kupang Tegas! Perintahkan Anggota Respons Cepat Laporan Warga dan Fokus Sukseskan 1 Juta Hektar Jagung
Oknum Pelajar di Ende Terlibat Video Viral Kenakalan Remaja, Polisi Beri Pembinaan
Pemerintah Larang Penjualan Elpiji 3 Kg di Pengecer Mulai 1 Februari 2025