REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Tragedi kemanusiaan terjadi di tengah bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Seorang warga penyintas dari Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan empat oknum anggota TNI dari Koramil 1624/Boru.
Insiden bermula pada Rabu (30/4/2025), saat korban tengah mengantar istri dan anaknya ke Puskesmas Boru untuk berobat.
Baca Juga: Eksklusif: Jejak Rokok Ilegal Sky di Maumere, Bisnis Gelap yang Diduga Dilindungi
Di tengah kepulan abu vulkanik yang menyelimuti jalan, korban memberi isyarat agar seorang anggota TNI berseragam yang mengangkut pakan ternak dengan motor matik memperlambat laju kendaraan.
Alih-alih ditanggapi baik, korban justru dimaki.
"Kalau tegur, ya tegur rumput!" hardik oknum tersebut sambil menunjukkan gestur mengancam.
Baca Juga: Dua Pria Meninggal Saat Menyuluh Ikan di Pantai Kehale- Flotim, Salah Satu Korban Sempat Teriak Minta Tolong
Merasa terancam, korban merekam kejadian itu sebagai dokumentasi pribadi.
Namun, hal itu memicu kemarahan sang oknum.
Korban dipaksa menghapus video, dan terjadi cekcok mulut yang kemudian dilerai pengguna jalan lain.
Baca Juga: Dukung Gaya Hidup Cerdas, Xiaomi TV A Pro 2026 Siap Hadir di Indonesia Mulai 5 Mei
Korban akhirnya menghapus video tersebut dan melanjutkan perjalanan.
Dipanggil ke Koramil
Artikel Terkait
Jokowi Laporkan Penuding Ijazah Palsu, Rismon Buka Suara Soal Analisis Digital
Dukung Gaya Hidup Cerdas, Xiaomi TV A Pro 2026 Siap Hadir di Indonesia Mulai 5 Mei
Tercatat Rp306 M, Tapi Ditinggal Cuma Rp2 Juta? Ini Fakta Harta Paus Fransiskus
Dua Pria Meninggal Saat Menyuluh Ikan di Pantai Kehale- Flotim, Salah Satu Korban Sempat Teriak Minta Tolong
Eksklusif: Jejak Rokok Ilegal "Sky" di Maumere, Bisnis Gelap yang Diduga Dilindungi