REPORTASENTT.COM, MAUMERE- Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Sabtu (12/7/2025) sekitar pukul 09.00 WITA di ruas jalan umum dari arah Pura Waidoko (Utara) menuju Lepo Bispu (Selatan), tepatnya di depan gerbang Pasar Alok, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok.
Informasi yang dihimpun dari Satlantas Polres Sikka, insiden tersebut melibatkan dua sepeda motor, Yamaha Vixion warna merah putih dengan nomor polisi DH 4520 KS dan Honda Genio warna merah tanpa tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).
Baca Juga: Pemerintah Tak Bersikap, Mahasiswa Bergerak Bela Hak Masyarakat Adat Amanuban
Kejadian ini telah tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LP/A/38/VII/2025/SPKT.SATLANTAS/RES.SIKKA/POLDA NTT.
Menurut keterangan pihak kepolisian, kecelakaan diduga kuat akibat kurangnya kehati-hatian pengendara Vixion, yang juga disebut dalam kondisi mabuk alkohol saat berkendara.
Pengendara motor Yamaha Vixion diketahui berinisial F.P.H, pria 38 tahun, beragama Katolik, berprofesi sebagai karyawan BUMN, warga Maulafa, Kota Kupang.
Baca Juga: Pemerintah Tak Bersikap, Mahasiswa Bergerak Bela Hak Masyarakat Adat Amanuban
Saat kecelakaan terjadi, FPH tidak mengenakan helm dan mengalami luka cukup serius berupa pendarahan di mulut, hidung, serta luka lecet di kaki kanan.
Setelah dilarikan ke RS TC. Hillers Maumere, FPH dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis tak lama kemudian.
Sementara itu, pengendara Honda Genio, seorang remaja berinisial A.P, laki-laki 16 tahun, pelajar asal Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, juga tidak mengenakan helm.
Baca Juga: Janji Urus Tanah dan Lobi Hakim, Oknum Pengacara di Larantuka Dipolisikan
Ia mengalami luka lecet di tangan kanan dan kaki kanan, namun nyawanya berhasil diselamatkan.
Artikel Terkait
Kapal Pesiar Mewah Scenic Eclipse II Kunjungi Larantuka, Ratusan Turis Asing Jelajahi Budaya Lamaholot
Janji Urus Tanah dan Lobi Hakim, Oknum Pengacara di Larantuka Dipolisikan
Wisata Bahari Igo Tapun Diresmikan, Mangrove Muruone di Lembata Jadi Daya Tarik Edukatif
Ratusan Botol Miras Diselundupkan Lewat Kapal Laut, Polisi Bongkar Modus di Pelabuhan Tenau
Pemerintah Tak Bersikap, Mahasiswa Bergerak Bela Hak Masyarakat Adat Amanuban