REPORTASENTT.COM- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Komando Operasi (Koops) Habema memperketat patroli dan penyisiran di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah.
Langkah ini dilakukan untuk menciptakan situasi aman dan kondusif di tengah meningkatnya potensi ancaman dari Kelompok Separatis Bersenjata (OPM).
Koops Habema menyebut kegiatan patroli yang dilakukan satuan tugas di lapangan kerap diwarnai kontak tembak.
Baca Juga: Ramai Isu Judi di Pasar Malam Alok, Begini Penjelasan Polisi
Hal ini terjadi akibat serangan lebih dahulu yang dilakukan OPM terhadap aparat keamanan. Meski demikian, seluruh situasi disebut dapat dikendalikan dengan aman.
“Prajurit melaksanakan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur hukum, dengan tujuan utama melindungi keselamatan masyarakat,” kata Koops Habema dalam keterangannya, Minggu (17/8).
Berdasarkan informasi masyarakat, pada 8 Agustus 2025 aparat melaksanakan penyisiran di Kampung Biak, Distrik Mewoluk, Kabupaten Puncak Jaya.
Baca Juga: Wakil Bupati Flores Timur: HUT RI ke-80 Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Kemandirian
Lokasi tersebut diduga menjadi persembunyian kelompok OPM jaringan Tenggamati Enumbi.
Tenggamati Enumbi sendiri pernah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Papua melalui surat bernomor 01/I/2014/DIT RESKRIMUM tertanggal 23 Januari 2014.
Ia diduga terlibat kasus pencurian dengan kekerasan di Pos Polisi Kulirik, Puncak Jaya.
Baca Juga: Difitnah, Dihina, dan Dianiaya di Lamawalang, Korban Tetap Maafkan Pelaku Lewat Restorative Justice
Saat pasukan mendekati sasaran, kelompok OPM melepaskan tembakan dari posisi mereka.
Kontak senjata pun tidak terhindarkan. Dalam insiden tersebut, tiga anggota OPM tertembak. Salah satunya diduga kuat Tenggamati Enumbi.
Kelompok tersebut kemudian melarikan diri ke arah timur sambil membawa rekan mereka yang terkena tembakan.
Baca Juga: Dugaan Kebocoran Data Pelanggan JNE, 81 Juta Data Diduga Bocor ke Forum Gelap
Dari lokasi, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain dua pucuk pistol, dua unit radio komunikasi HT merek Baofeng dan WLAN, puluhan butir amunisi berbagai kaliber, bendera Bintang Kejora, tiga unit telepon genggam, power bank, magasin senjata, serta perlengkapan tempur lainnya.
Artikel Terkait
Kemenkes Umumkan Hasil Evaluasi Kelas Rumah Sakit 2025, RSUD dr. Hendrikus Fernandez Naik Kelas C
Difitnah, Dihina, dan Dianiaya di Lamawalang, Korban Tetap Maafkan Pelaku Lewat Restorative Justice
Di Flores Timur, 250 Koperasi Merah Putih Dibentuk, Mayoritas Koperasi Desa
Wakil Bupati Flores Timur: HUT RI ke-80 Jadi Momentum Perkuat Persatuan dan Kemandirian
Ramai Isu Judi di Pasar Malam Alok, Begini Penjelasan Polisi