REPORTASENTT.COM, ADONARA- Konflik antarwarga terjadi di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, melibatkan warga Desa Lewonara (Narasosina) dan Desa Bele (Waiburak). Peristiwa ini berujung pada pembakaran puluhan rumah pada Jumat, 6 Maret 2026 lalu.
Situasi memanas setelah muncul dugaan adanya provokasi dari pihak luar yang memperkeruh hubungan kedua desa. Warga menyebut konflik tersebut sulit dipahami, mengingat relasi sosial antarwarga sebelumnya berjalan relatif baik.
Salah satu warga Lewo Nara, Remy, saat dihubungi melalui telepon, menyampaikan bahwa kabar rencana penyerangan dari desanya tidak diketahui oleh sebagian besar warga.
Baca Juga: Aksi Tak Terduga di Bundaran HI, Mobil BYD M6 Tercebur ke Air Mancur
“Kami tidak tahu soal isu penyerangan itu. Saat kejadian, banyak warga sedang berada di kebun untuk panen, hanya beberapa orang yang tinggal di kampung,” kata Remy.
Ia juga mengungkapkan kejanggalan lain saat peristiwa berlangsung.
“Pembakaran terjadi sekitar pukul 10.00. Barang-barang dan ternak diambil lebih dulu, lalu rumah dibakar. Aparat ada di lokasi, tetapi kami justru diminta mundur,” lanjutnya.
Baca Juga: Kontroversi Sekolah Daring: Dari Solusi Hemat BBM Kini Tak Lagi Dianggap Mendesak
Menurutnya, pada malam hari sempat terdengar suara tembakan dari arah luar kampung yang kemudian diikuti kejadian pembakaran lanjutan. Warga pun mempertanyakan situasi tersebut.
Sejumlah warga Lewo Nara kemudian dimintai keterangan oleh pihak kepolisian di Waiwerang. Dalam pemeriksaan, mereka menyampaikan bahwa posisi mereka sebagai pihak yang diserang.
“Kami justru sedang bekerja di kebun saat itu. Tidak masuk akal jika disebut merencanakan penyerangan,” kata salah satu warga yang ikut diperiksa.
Baca Juga: Tengkorak Misterius di Pantai Nunsui, Polisi Selidiki Dugaan Kerangka Lama yang Muncul akibat Abrasi
Di sisi lain, tokoh adat Lewo Nara disebut sempat mengimbau warga untuk menahan diri meskipun terjadi pembakaran, dengan pertimbangan hubungan kekerabatan antara kedua desa.
Peristiwa ini menyebabkan 29 rumah, satu gudang mebel, serta rumah kos milik warga Lewo Nara terbakar.
Selain itu, ternak dan sejumlah barang berharga dilaporkan hilang sebelum kebakaran terjadi.
Baca Juga: Kontroversi Joget MBG, Hendrik Irawan Klarifikasi Insentif Rp6 Juta dan Investasi Rp3,5 Miliar
Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti konflik, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak ketiga dalam memicu bentrokan tersebut.
Artikel Terkait
Polres Sikka Tegakkan Disiplin dan Layanan Publik, Rekrutmen Bintara 2026 Digelar Transparan
Patroli Dialogis Polres Flores Timur di Adonara Timur, Warga Diajak Jaga Kamtibmas
Wisatawan Padati Pelabuhan Ulee Lheue Saat Idulfitri, Penyeberangan ke Sabang Meningkat
Kontroversi Sekolah Daring: Dari Solusi Hemat BBM Kini Tak Lagi Dianggap Mendesak
Aksi Tak Terduga di Bundaran HI, Mobil BYD M6 Tercebur ke Air Mancur