Penyelenggara kemudian melakukan pencarian di lokasi terakhir Femas terlihat dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat berwenang di Korea Selatan. Di sisi lain, insiden itu juga berdampak pada pihak travel yang harus memberikan penjelasan kepada vendor serta otoritas setempat.
"Kami yang harus menjelaskan ke vendor. Kami yang harus mempertanggungjawabkan ke pihak Korea. Kami juga harus menghadapi risiko denda, sementara peserta lain ikut terdampak," tulis akun tersebut.
Dalam unggahan lanjutan, penyelenggara menyebut denda yang diterima mencapai sekitar Rp125 juta akibat hilangnya satu peserta dalam rombongan wisata.
Travel juga mendatangi keluarga Femas di Madiun untuk mencari informasi tambahan. Menurut penyelenggara, jawaban yang diterima berubah-ubah sehingga memunculkan sejumlah pertanyaan.
"Sejak awal jawaban yang kami terima hanya, 'Saya tidak tahu'. Semakin lama pembicaraan berlangsung, semakin banyak kejanggalan yang kami temukan," tulis pemilik akun.
Unggahan tersebut turut menyebut adanya aplikasi penerjemah bahasa Korea di ponsel ibu Femas. Temuan itu kemudian memicu berbagai spekulasi di media sosial, termasuk dugaan Femas sengaja meninggalkan rombongan untuk bekerja melalui jalur ilegal.
Baca Juga: Gara- gara Chat Pedas di WhatsApp, Sekelompok Anak Muda di Kupang Masuk Kantor Polisi untuk Berdamai
Hingga kini, dugaan tersebut belum mendapat konfirmasi dari otoritas Korea Selatan maupun instansi terkait.
Melalui unggahan terpisah, penyelenggara mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan visa wisata untuk bekerja di luar negeri.
"Kalau memang memiliki cita-cita bekerja di luar negeri, tempuhlah jalur yang resmi," tulis pihak penyelenggara.
Penyelenggara juga membuka sayembara bagi warga negara Indonesia yang berada di Korea Selatan.
Hadiah perjalanan wisata diberikan kepada siapa pun yang menemukan Femas, melaporkannya kepada aparat berwenang, hingga peserta tersebut dapat dipulangkan ke Indonesia.
"Kalau ada WNI di Korea ketemu Femas, langsung laporkan ke petugas berwenang. Kalau aksinya bikin Femas pulang, tanda terima kasih kami, gue ajak satu keluarga lu ke Singapura-Malaysia selama 4 hari 3 malam secara gratis," tulis pihak travel melalui Instagram.
Artikel Terkait
Sempat Disebut Saksi dalam Sprindik, Kejagung Klarifikasi Febrie Adriansyah Masih Tersangka
Kebakaran Kantor UPT BKKBN di Manggarai Barat Ungkap Rapuhnya Sarana Penanggulangan, Dugaan Korsleting Diselidiki
Berawal Diajak Beli Paket Data, Siswi 13 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Labuan Bajo, Tiga Terduga Pelaku Diamankan
Tragedi 'Bis Kayu' di Manggarai Barat: Overload dan Jalur Ekstrem Diduga Jadi Pemicu Dua Korban Tewas
Labuan Bajo Diincar Modus Penipuan Berkedok Fun Run, Polres Telusuri Akun dan Nomor Pelaku