"Pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi Tim URC Polres Belu bersama Tim URC Polda NTT. Setiap petunjuk di lokasi kejadian dianalisis secara cermat hingga mengarah pada identitas para terduga pelaku," kata Henry Novika Chandra.
Ia menjelaskan penyidik masih melengkapi alat bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa dalam perkara tersebut.
"Kedua terduga pelaku telah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik terus mendalami seluruh fakta, termasuk memastikan rangkaian peristiwa yang terjadi serta melengkapi alat bukti. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada kepolisian," katanya.
Saat ini kedua terduga pelaku ditahan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda NTT untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Polisi juga masih mendalami seluruh fakta guna memastikan terpenuhinya unsur pidana dalam kasus penemuan mayat bayi di Bendungan Haekrit, Kabupaten Belu.
Artikel Terkait
Kebakaran Kantor UPT BKKBN di Manggarai Barat Ungkap Rapuhnya Sarana Penanggulangan, Dugaan Korsleting Diselidiki
Berawal Diajak Beli Paket Data, Siswi 13 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual di Labuan Bajo, Tiga Terduga Pelaku Diamankan
Tragedi 'Bis Kayu' di Manggarai Barat: Overload dan Jalur Ekstrem Diduga Jadi Pemicu Dua Korban Tewas
Labuan Bajo Diincar Modus Penipuan Berkedok Fun Run, Polres Telusuri Akun dan Nomor Pelaku
Diduga Kabur Saat Liburan di Korea Selatan, Peserta Tur Asal Madiun Dicari hingga Diburu Sayembara