Lahan di sisi kiri dan kanan Jalan Pantai Utara itu diperkirakan mencapai puluhan hektare dan selama ini menjadi objek klaim kepemilikan ulayat oleh warga Kampung Rareng dan Kampung Mbehal.
Baca Juga: Polisi Intensifkan Patroli Malam di Adonara Timur, Warga Titip Harapan Soal Konflik
Dalam bentrokan yang terjadi pada Rabu (29/7/2026), dua kendaraan pikap dan tiga sepeda motor dibakar, sementara sejumlah pondok penjaga lahan mengalami kerusakan.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun bentrokan itu menjadi peristiwa kedua yang dipicu sengketa lahan yang telah berlangsung cukup lama.
Artikel Terkait
Setelah Pasien BPJS Meninggal, Nakes RSUD Waingapu di NTT Minta Maaf atas Komentar Viral
Unggahan Viral di X Ingatkan Tenaga Medis: Pasien BPJS Bukan Penerima Gratisan, Berhak Dapat Pelayanan Bermartabat
Presiden rabowo Siap Berangkat ke Korea Utara demi Membuka Jalur Perdamaian
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Disertai Ancaman terhadap Guru Perempuan di Sumba Barat Daya Masuk Tahap Penyidikan
Kompolnas Tegaskan Batas Kebebasan Berekspresi di Ruang Digital, Fitnah dan Diskriminasi Tak Dilindungi