Kasus Meninggalnya Ibu dan Bayi di RSUD Larantuka, Ombudsman NTT Minta Direktur Segera Klarifikasi

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Senin, 18 Maret 2024 | 12:11 WIB
Novianti Uba Soge, asal Desa Muda, Kecamatan Klubagolit, Adonara. Almarhum merupakan anggota PGRI Flores Timur.  (Foto Dok/ Ist.)
Novianti Uba Soge, asal Desa Muda, Kecamatan Klubagolit, Adonara. Almarhum merupakan anggota PGRI Flores Timur. (Foto Dok/ Ist.)

REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Kasus meninggalnya seorang ibu beserta bayi di RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka, Kabupaten Flores Timur menuai banyak polemik di masyarakat. 

Pasalnya, meninggalnya ibu dan bayi ini dinilai banyak kejanggalan oleh masyarakat yang dilakukan pihak rumah sakit itu sendiri.

"Ibu hamil atas nama Novianti Uba Soge, asal Desa Muda, Kecamatan Klubagolit, Adonara, meninggal dunia bersama bayinya di RSUD H. Fernandez Larantuka setelah dirujuk dari Puskesmas Lamabunga, Adonara, pada Kamis (14/3) lalu karena tidak bisa partus secara normal," kata Kepala Ombudsman NTT, Darius Beda Daton kepada Wartawan, Senin (18/3/2024).

Baca Juga: Pelanggar GAGE Saat Arus Lebaran Tiba, Dipantau Korlantas Polri Melalui ETL

Menindaklanjuti kasus tersebut, Ombudsman NTT langsung berkoordinasi dengan pihak Rumah sakit melalui plt. Direktur dr. Paulus Lameng.

Kepada Ombudsman NTT, Plt. Direktur RSUD Larantuka menyampaikan bahwa terhadap kasus ini dirinya telah mendapat laporan dari para tenaga kesehatan yang bertugas saat itu.

"Menurut direktur, sesuai SOP kematian KIA, akan dilakukan audit yang namanya maternal perinatal atas koordinasi Dinkes Flotim," kata Darius Beda Daton. 

Baca Juga: Kekalahan  Liverpool Atas Manchester United Akhiri Impian Meraih Empat Gelar di Musim Terakhir Klopp

Darius juga dengan tegas meminta direktur RS Larantuka agar melakukan audit secara komprehensif terhadap kasus kematian ibu anak ini dan, melakukan karifikasi kepada publik.

"Klarifikasi ke publik sangat perlu dilakukan guna menghindari simpang siur informasi yang merugikan keluarga ibu dan bayi serta, pihak RS. Kami juga menyampaikan turut berbelasungkawa atas berpulangnya ibu Novi dan Bayi nya, semoga diterima di Sisi-Nya serta keluarga yg ditinggalkan dikuatkan atas peristiwa ini," kata Darius.

Ombudsman NTT juga meminta langkah perbaikan oleh menejem Rumah Sakit jika ada temuan pelanggaran SOP penanganan sejak awal ibu hamil di Rumah Sakit.

Baca Juga: Pemilu di Rusia,  Vladimir Putin Klaim Kemenangan Telak

"Apalagi Kabupaten Flotim mempunyai inovasi andalan terkait penanganan ibu hamil yang mendapat apresiasi kementrian PAN RB yang namanya 2H2 Center," ungkapnya.

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X