Seorang Pria Asal Banyumas Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Gegerkan Warga, Ditemukan Jelang Waktu Berbuka Puasa

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Selasa, 2 April 2024 | 12:26 WIB
Warga desa Randugunting, Kecamatan  Bergas, pada Kamis sore 28 Maret 2024, digegerkan dengan penemuan mayat disalah satu penghuni kos di daerah tersebut. (Foto Humas Polres Semarang)
Warga desa Randugunting, Kecamatan Bergas, pada Kamis sore 28 Maret 2024, digegerkan dengan penemuan mayat disalah satu penghuni kos di daerah tersebut. (Foto Humas Polres Semarang)
 
REPORTASENTT.COM, SEMARANG- Warga desa Randugunting, Kecamatan  Bergas, pada Kamis sore 28 Maret 2024, digegerkan dengan penemuan mayat disalah satu penghuni kos di daerah tersebut.

Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra SIK. MM., sesaat setelah kegiatan bagi takjil di depan terminal Bawen menyampaikan, bahwa dugaan awal penyebab meninggalnya warga Kabupaten Banyumas tersebut dikarenakan sakit.
 
Penemuan jenazah kali ini langsung ditangani oleh Polsek Bergas, dan unit Inafis Sat Reskrim Polres Semarang yang datang langsung ke lokasi kejadian.
 
Baca Juga: TNI AL Lanal Samarinda dan BNN Musnahkan Sabu Seberat 79,63 Gra

“Kapolsek Bergas dan unit Inafis Polres Semarang sudah mendatangi lokasi kejadian, dan dugaan awal sesuai keterangan tetangga kos bahwa korban meninggal karena sakit. Dikarenakan korban sudah 2 hari tidak masuk kerja disalah satu pabrik garmen di Kabupaten Semarang," ungkapnya.

Sementara itu di lokasi kejadian Kapolsek Bergas AKP Wahyono S.Pd., menjelaskan awal korban ditemukan oleh tetangga kos sekitar pukul 17.40 Wib, atau menjelang waktu berbuka puasa.

“Korban diketahui bernama Koko (28 Th) warga Kabupaten Banyumas, yang berprofesi sebagai karyawan salah satu pabrik Garmen di Kabupaten Semarang. Menurut keterangan tetangga kos korban Yulia (25 Th) warga Kabupaten  Purbalingga, korban sudah 2 hari tidak masuk kerja. Dan saksi Yulia melihat korban terakhir pada Rabu malam 27 Maret 2024 sekitar pukul 23.00 Wib, sedang bermain game di pintu kamar," kata Kapolres.
 
 
AKP Wahyono menambahkan, pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.30 Wib, saksi sempat mengetuk pintu kamar korban untuk membangunkan sahur, namu  tidak ada reaksi dari dalam kamar kos korban.

Masib menurut Kapolsek Bergas, setelah tidak ada reaksi dari dalam kamar korban, saksi meninggalkan lokasi tanpa menaruh curiga apapun. Dan setelah memasuki menjelang waktu berbuka, saksi melaporkan kecurigaan bahwa korban tidak keluar kamar kepada pemilik Kos Kusdi (41 Th).

AKP Wahyono menambahkan, bersama pemilik kos dan penghuni kos yang lain, mereka  melakukan pengecekan dengan memanjat jendela dan melihat kondisi korban dari lubang fentilasi udara.
 
 
Korban ditemukan dalam keadaan tertelungkup. Melihat hal tersebut, tetangga korban mencoba mendobrak pintu kamar, dan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya pemilik kos melaporkan ke Polsek Bergas.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh unit Inafis dan pihak medis dari Puskesmas Bergas dr. Nida disaksikan Bhabinkamtibmas, Babinsa dan pemilik kos, mendapat kesimpulan awal korban meninggal kurang lebih 10 jam yang lalu, dan tidak ada tanda tanda keerasan benda tumpul, benda tajam atau cekikan pada tubuh korban.

Dan pihak Inafis Polres Semarang yang dipimpin oleh Aiptu Edi Ponco SH., menambahkan bahwa sesuai pemeriksaan di kamar korban tidak ditemukan tanda tanda bekas tindak kekerasan.
 
Baca Juga: Terungkap Motif Driver Taksi Online Peras Penumpangnya Hingga Rp100 Juta

“Untuk barang berharga korban tidak ada yang hilang, serta kamar korban juga tidak dalam keadaan berantakan," ungkap Aiptu Ponco.

Saat ini jenazah sudah disemayamkan di RS. Ken Saras Bergas, untuk menunggu pihak keluarga korban.

"Setelah keluarga nanti hadir, akan kami mintai keterangan perihal kondisi kesehatan korban selama ini," pungkas Kapolsek Bergas.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X