Perjuangan Pasukan TNI- Polri Evakuasi Korban Penembakan Oleh OPM di Papua

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Minggu, 5 Mei 2024 | 07:28 WIB
Pasukan TNI- Polri saat mengevakuasi korban penembakan oleh OPM. (Foto tangkapan layar Instagram Puspen TNI)
Pasukan TNI- Polri saat mengevakuasi korban penembakan oleh OPM. (Foto tangkapan layar Instagram Puspen TNI)

REPORTASENTT.COM- Korban penembakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) bernama Alexsander Parapak berhasil dievakuasi oleh Pasukan TNI- Polri.

Penembakan ini sehari pasca Aparat Keamanan (Apkam) gabungan TNI-Polri merebut Distrik Homeyo, Kabupaten Intan Jaya dari OPM, Sabtu (4/5/2024).

Sebelumnya pada Selasa (30/4/2024) yang lalu, OPM pimpinan Keni Tipagau melakukan penyerangan terhadap Polsek Homeyo dan mengakibatkan seorang remaja bernama Alexsander Parapak meninggal dunia.

Baca Juga: Pengiriman Surat Tilang Elektronik Via WhatsApp Akan Diuji Coba Korlantas Polri

Almarhum Alexsander merupakan warga pendatang dari Suku Toraja yang lahir di Makale Sulawesi Selatan pada 20 tahun silam.

Akibat penembakan OPM almarhum Alexsander meninggal dunia dan disemayamkan selama hampir 5 hari lamanya di Homeyo.

Apkam Gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi jenazah almarhum Alexsander dari Distrik Homeyo menuju Timika Kabupaten Mimika menggunakan helikopter gabungan TNI Angkatan Darat dan Polri serta pesawat TNI Angkatan Udara.

Baca Juga: Para Pelaku di Kupang yang Curi Sepeda Motor dan Handphone Ternyata Masih Dibawa Umur, Polisi Ungkap Kronologi Kejadian

Selain itu juga melibatkan satuan jajaran Komando Operasi TNI (Koops TNI) Habema dan Satgas Nanggala Kopassus Damai Cartenz serta personel Puspenerbad dan TNI Angkatan Udara di bawah koordinasi Kogabwilhan III.

"Operasi evakuasi dari wilayah Distrik Homeyo merupakan kegiatan kemanusiaan untuk mewujudkan situasi keamanan wilayah yang kondusif guna mendukung semua proses percepatan pembangunan Papua”, ucap Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon, pasca operasi penindakan.

Dalam proses evakuasi tersebut, selain jenazah almarhum Alexsander juga berhasil mengevakuasi tiga orang warga pendatang yang akan kembali ke kampung halamannya, yakni seorang guru dan dua orang anak-anak.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X