REPORTASENTT.COM- Berniat bermain bersama dua orang temannya, seorang anak berusia 13 berinisial DP tenggelam di sungai yang bersumber pada Curug 7 Bidadari Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang.
Kejadian ini terjadi pada Minggu pagi 18 Agustus 2024 sekitar pukul 10.00 Wib, dimana korban DP merupakan warga Desa Ngadikerso, Kecamatan Sumowono.
Ditemui saat kegiatan pawai HUT Kemerdekaan ke 79 Kabupaten Semarang di pusat Kuliner Ambarawa, Kapolres Semarang AKBP Ike Yulianto W, SH. SIK. MH., membenarkan kejadian tersebut.
Kejadian ini terjadi pada Minggu pagi 18 Agustus 2024 sekitar pukul 10.00 Wib, dimana korban DP merupakan warga Desa Ngadikerso, Kecamatan Sumowono.
Ditemui saat kegiatan pawai HUT Kemerdekaan ke 79 Kabupaten Semarang di pusat Kuliner Ambarawa, Kapolres Semarang AKBP Ike Yulianto W, SH. SIK. MH., membenarkan kejadian tersebut.
Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi Seorang Pemulung Ditabrak Mobil Sport Lamborghini di Jakarta Utara
Pihaknya menyampaikan bahwa saat ini korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga.
“Betul bahwa terjadi kejadian seorang anak berusia 13 Tahun warga Kecamatan Sumowono di sungai Curug 7 Bidadari di Ds. Keseneng Kec. Sumowono, korban diduga terbawa arus yang ada didalam sungai. Karena posisi korban tenggelam merupakan palung sungai," ungkap Kapolres Semarang.
Di kesempatan lain Kapolsek Sumowono AKP Fatchurrohman SH., menambahkan bahwa korban datang ke lokasi bersama 2 temannya berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 Wib, dan tidak langsung menuju sungai di dekat air terjun Curug 7 Bidadari.
“Betul bahwa terjadi kejadian seorang anak berusia 13 Tahun warga Kecamatan Sumowono di sungai Curug 7 Bidadari di Ds. Keseneng Kec. Sumowono, korban diduga terbawa arus yang ada didalam sungai. Karena posisi korban tenggelam merupakan palung sungai," ungkap Kapolres Semarang.
Di kesempatan lain Kapolsek Sumowono AKP Fatchurrohman SH., menambahkan bahwa korban datang ke lokasi bersama 2 temannya berangkat dari rumah sekitar pukul 08.00 Wib, dan tidak langsung menuju sungai di dekat air terjun Curug 7 Bidadari.
Baca Juga: Masuk Fase Persiapan Lawan India, Intip Persiapan Tim U-17 Indonesia
“Korban sampai ke lokasi sekitar pukul 08.45 Wib, namun korban bersama teman temannya bermain air dulu di jembatan sekitar wilayah Wisata curug 7 Bidadari. Baru sekitar pukul 10.00 Wib, korban dan teman temannya pindah bermainnya di sungai yag dekat dengan air terjun Curug," tambahnya.
Masih menurut AKP Fatchur, sesampainya di sungai dekat air terjun curug, menurut keterangan rekan korban MR (10) dan SZ (12). Korban DP terpeleset dan masuk kedalam sungai yang diduga terdapat palung sedalam kurang lebih 6 Meter.
Melihat rekannya terpeleset kedalam sungai, ke 2 rekan korban sempat meminta tolong kepada orang yang ada di sekitar lokasi.
“Korban sampai ke lokasi sekitar pukul 08.45 Wib, namun korban bersama teman temannya bermain air dulu di jembatan sekitar wilayah Wisata curug 7 Bidadari. Baru sekitar pukul 10.00 Wib, korban dan teman temannya pindah bermainnya di sungai yag dekat dengan air terjun Curug," tambahnya.
Masih menurut AKP Fatchur, sesampainya di sungai dekat air terjun curug, menurut keterangan rekan korban MR (10) dan SZ (12). Korban DP terpeleset dan masuk kedalam sungai yang diduga terdapat palung sedalam kurang lebih 6 Meter.
Melihat rekannya terpeleset kedalam sungai, ke 2 rekan korban sempat meminta tolong kepada orang yang ada di sekitar lokasi.
Baca Juga: Dianggap Menghambat Proyek Strategis Nasional, RUU Masyarakat Hukum Adat Tak Kunjung Dibahas
“Pengelola wisata Curug Suparmin (60) yang berada dilokasi sempat masuk kedalam sungai untuk menolong korban, namun karena derasnya arus didalam palung sungai akhirnya warga tersebut naik ke daratan," jelas Kapolsek kembali.
Melihat kejadian tersebut, pihak pengelola wisata langsung menghubungi Polsek Sumowono dan BPBD Kabupaten Semarang untuk dilakukan pencarian terhadap korban.
Sekitar pukul 10.30 Wib, tim pencarian yang terdiri dari timsar BPBD Kabupaten Semarang, Personel Polsek, Koramil Sumowono dan warga. Berhasil menemukan korban tidak jauh dari lokasi korban terpeleset.
“Pengelola wisata Curug Suparmin (60) yang berada dilokasi sempat masuk kedalam sungai untuk menolong korban, namun karena derasnya arus didalam palung sungai akhirnya warga tersebut naik ke daratan," jelas Kapolsek kembali.
Melihat kejadian tersebut, pihak pengelola wisata langsung menghubungi Polsek Sumowono dan BPBD Kabupaten Semarang untuk dilakukan pencarian terhadap korban.
Sekitar pukul 10.30 Wib, tim pencarian yang terdiri dari timsar BPBD Kabupaten Semarang, Personel Polsek, Koramil Sumowono dan warga. Berhasil menemukan korban tidak jauh dari lokasi korban terpeleset.
Baca Juga: 2 Pelaku Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Tambora, Salah satunya Residivis, Beraksi 15 Kali
“Korban ditemukan oleh tim pencarian tidak jauh dari lokasi korban terpeleset, dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dasar sungai," tegas Kapolsek.
Setelah dievakuasi korban dibawa ke Puskesmas Sumowono untum dilakukan pemeriksaan, didapat hasil awal bahwa di tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Atas permintaan pihak keluarga dengan menuliskan surat pernyataan, Jenazah Korban diserahkan pihak jeluarga untuk dimakamkan," pungkas Kapolsek.
“Korban ditemukan oleh tim pencarian tidak jauh dari lokasi korban terpeleset, dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di dasar sungai," tegas Kapolsek.
Setelah dievakuasi korban dibawa ke Puskesmas Sumowono untum dilakukan pemeriksaan, didapat hasil awal bahwa di tubuh korban tidak ditemukan tanda tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Atas permintaan pihak keluarga dengan menuliskan surat pernyataan, Jenazah Korban diserahkan pihak jeluarga untuk dimakamkan," pungkas Kapolsek.
Artikel Terkait
Melki Laka Lena: Tidak Ada Toleransi Bagi Para Pelaku Perundungan Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis
Dianggap Menghambat Proyek Strategis Nasional, RUU Masyarakat Hukum Adat Tak Kunjung Dibahas
Masa Kerja Singkat, Mulyanto Nilai Pergantian Menteri ESDM Tidak Akan Efektif
Masuk Fase Persiapan Lawan India, Intip Persiapan Tim U-17 Indonesia
Polisi Ungkap Kronologi Seorang Pemulung Ditabrak Mobil Sport Lamborghini di Jakarta Utara