Polisi Ungkap Kronologi Kejadian Seorang Pria yang Nekat Habisi Nyawa Kekasihnya

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:55 WIB
Pelaku saat diamankan di kantor Polisi. (Foto Polda NTB)
Pelaku saat diamankan di kantor Polisi. (Foto Polda NTB)
 
REPORTASENTT.COM- Nasib pilu dialami perempuan inisial AW (24) di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasana’e Barat, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada Minggu malam (25/8/2024), AW dibunuh oleh pacarnya berinisial JK (25) yang dipicu karena cemburu buta.

Kasatreskrim Polres Bima Kota, Iptu Punguan Hutahean dalam keterangannya, Senin (26/08) menjelaskan, kasus pembunuhan tersebut berawal ketika pelaku menghubungi korban untuk datang ke indekosnya.
 
Begitu korban tiba, JK yang dalam kondisi emosi langsung mencekik leher korban hingga meregang nyawa.
 
Baca Juga: Video Polwan Tegur Pengunjung yang Sedang Makan di Warkop Viral, Kabid Humas Polda Jatim Beri Klarifikasi

“Dari pengakuan JK, ia nekat mencekik AW karena cemburu. Saat dicekik itu, korban juga sempat melakukan perlawanan,” kata Iptu Pungutan.

Setelah menghabisi nyawa korban, pelaku kemudian memasukkan mayat AW ke kamar mandi.
 
Tidak lama setelah itu, pelaku lalu menghubungi adik kandung korban dan menginformasikan bahwa kakaknya telah meninggal dunia.
 
Baca Juga: 'Kakan Dike Arin Sare' Semangat Politik Paket STORI dalam Pilkada Flotim 2024

“Pelaku memberitahukan adik korban, bahwa AW telah meninggal dunia di kosnya,” jelas Kasat Reskrim Polresta Mataram.

Begitu mendengar pengakuan pelaku, adik korban kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak berwajid yang selanjutnya ditindaklanjuti petugas dengan mengamankan langsung pelaku JK pada malam itu juga.

“Iya terduga pelaku langsung kita amankan pada malam itu juga, tidak lama setelah kasus ini terungkap,” beber Iptu Pungutan.
 
Baca Juga: Sekretaris DPC PKB Flotim: Kami Tidak Rebut SK, Tapi Usung Kader Terbaik untuk Maju Bupati dan Wakil Bupati

Dari hasil interogasi awal, sambung Kasat Reskrim Polres Bima Kota, JK mengaku mencekik korban lantaran rasa cemburu.
 
Karena kekasihnya diketahui memiliki hubungan dengan pria lain.

“Jasad korban telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk dilakukan otopsi, sesuai dengan persetujuan pihak keluarga,”tutup Iptu Pungutan Huahean.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X