REPORTASENTT.COM, TARAKAN- Upaya penyelundupan tiga calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal menuju Malaysia berhasil digagalkan oleh Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad dan Satgas TNI, setelah menerima informasi dari seorang buruh pelabuhan Bambangan, Kabupaten Nunukan.
Peristiwa ini bermula ketika buruh pelabuhan tersebut mencurigai perilaku salah satu penumpangnya yang hendak masuk ke wilayah Tawau, Malaysia, melalui jalur Dermaga Bambangan.
Penumpang tersebut terlihat melakukan aktivitas yang tidak biasa, sehingga buruh pelabuhan tersebut memutuskan untuk melaporkan temuannya kepada pihak berwenang.
Menerima laporan tersebut, Satgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad dan Satgas TNI segera melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Setelah melakukan pendalaman informasi, tim bergerak cepat dan melakukan penindakan di lokasi yang dimaksud.
Hasilnya, tiga PMI yang diduga hendak melakukan perjalanan secara ilegal ke Malaysia berhasil diamankan di Dermaga.
Baca Juga: Kapolres Ende Ingatkan Anggota: Netralitas Wajib dalam Pemilukada 2024, Hindari Keterlibatan Politik!
Menurut informasi, ketiga orang PMI ini tidak memiliki dokumen resmi yang diperlukan, sehingga mereka berupaya menggunakan jalur tidak resmi.
Menurut informasi, ketiga orang PMI ini tidak memiliki dokumen resmi yang diperlukan, sehingga mereka berupaya menggunakan jalur tidak resmi.
Menurut keterangan yang diperoleh, ketiga calon PMI IY (38 Thn), LD (40 Thn) dan HN (30 Thn) mereka berangkat dari Kabupaten Pare-pare, Sulawesi Selatan, menggunakan kapal KM Thalia menuju Kabupaten Nunukan.
Mereka berencana memasuki Tawau, Malaysia, melalui jalur mandiri dan telah dihubungi oleh seorang pria bernama Andrian yang berdomisili di Tawau.
AD menjanjikan pekerjaan bagi mereka setibanya di Malaysia.
Dansatgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud komitmen TNI dalam menjaga perbatasan dan melindungi warga negara dari praktik ilegal.
Dansatgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud komitmen TNI dalam menjaga perbatasan dan melindungi warga negara dari praktik ilegal.
"Kami terus meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan, khususnya di jalur-jalur tidak resmi yang kerap digunakan oleh para pelaku penyelundupan. Penggagalan ini adalah hasil kerjasama yang baik antara TNI dan masyarakat setempat," ujarnya.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Nelayan Bawa 2 Ons Sabu, Siapa Bandar Besar di Baliknya?
148 Hakim Geruduk Gedung Mahkamah Agung, Protes Bertahun- tahun Tak Digubris: Ada Apa dengan Kesejahteraan Mereka?
7 Personel Polres Ende Terima Penghargaan, Siapa Saja yang Berprestasi?
Kapolres Ende Ingatkan Anggota: Netralitas Wajib dalam Pemilukada 2024, Hindari Keterlibatan Politik!
Pengakuan Inspiratif Eka Kurniawan di Flores Writers Festival 2024, Bangun Tidur dan Refleksi Kematian Sebagai Sumber Inspirasi Menulis