REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Sejumlah awak media yang tergabung dalam Perhimpunan Wartawan Lewotanah Flores Timur (Pewarta Flotim) mengalami tindakan tidak terpuji saat meliput kebakaran kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) Trans Floreti 02 di Pelabuhan Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Sabtu (29/3/2025).
Beberapa oknum anggota Syahbandar Larantuka diduga menghalang-halangi kerja pers dengan menutup gerbang pelabuhan dan menolak akses wartawan ke lokasi kejadian.
Menurut keterangan yang dihimpun, sejumlah wartawan yang hendak meliput kebakaran kapal BBM ini tertahan di gerbang pelabuhan selama lebih dari 20 menit.
Baca Juga: Manajer Flores United FC Tersentuh Saat Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Lewotobi
Salah satu jurnalis TVRI, Patman Werang, mengungkapkan bahwa ia bersama dua rekannya dari Tribunnews.com serta Garuda TV menghadapi kesulitan saat hendak masuk ke area pelabuhan.
“Saya tiba di depan pagar lebih dahulu dari Paul dan Elton. Saya dihalangi sekitar 20 menit. Kami baru bisa masuk setelah Elton marah dan menelepon Kepala Syahbandar. Sekitar lima hingga sepuluh menit kemudian, kami akhirnya diizinkan masuk, meskipun masih mendapat perlakuan kurang menyenangkan,” ujar Patman Werang.
Saat para wartawan memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud peliputan, mereka tetap tidak diizinkan masuk.
Baca Juga: Dua Kondektur Positif Narkoba, Polisi Sidak Terminal Jelang Puncak Arus Mudik!
Salah satu staf Syahbandar meminta mereka menunggu tanpa alasan yang jelas.
Bahkan setelah Kepala Syahbandar dihubungi, sikap staf tersebut tidak berubah.
Pintu gerbang akhirnya dibuka setelah desakan dari para jurnalis dan warga sekitar.
Baca Juga: Polres Ende Gencarkan Patroli Malam, Bongkar Balap Liar dan Kerumunan Misterius!
Namun, setelah masuk, salah satu staf Syahbandar menyatakan bahwa pembatasan akses dilakukan untuk mengurangi kerumunan masyarakat di lokasi kejadian.