REPORTASENTT.COM, LARANTUKA-
Sebanyak 10 penumpang kapal PELNI di Pelabuhan Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menjadi korban penipuan calo tiket.
Para penumpang ini diketahui tidak tercantum dalam manifes resmi PT PELNI saat hendak berlayar.
Mayoritas korban membeli tiket melalui media sosial Facebook dari pihak yang mengaku sebagai agen resmi PELNI.
Baca Juga: PELNI Beri Diskon 50 Persen Tiket Kapal dari Larantuka, Berlaku hingga 31 Juli 2025
Kepala Cabang PT PELNI Larantuka, Yulianto, SE, mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap tawaran tiket dari pihak tidak resmi, terutama yang beredar di media sosial.
“PT PELNI tidak pernah bekerja sama dengan Facebook atau menjual tiket melalui platform tersebut,” tegas Yulianto saat ditemui di kantornya, Jumat (20/6/2025).
Menurut Yulianto, pihaknya juga tidak melayani transaksi pembelian tiket secara tunai di kantor.
Baca Juga: Pemuda Mabuk di Kupang Ngamuk Bawa Sabit, Kejar Warga! Polisi Diserang, Aksi Nekat Dibalas Tindakan Tegas!
Semua pembayaran kata dia, wajib dilakukan melalui sistem transfer bank guna mencegah praktek percaloan.
Ia menambahkan, masyarakat sering menjadi korban penipuan karena terburu-buru membeli tiket pada hari keberangkatan (hari H), sehingga menurutnya rentan tergiur oleh tawaran tiket dari calo yang tidak bertanggung jawab.
“Bahkan banyak penumpang ditipu melalui akun-akun Facebook yang mengatasnamakan PT PELNI,” kata salah satu staf PT PELNI Larantuka.
Untuk menghindari kejadian serupa, Yulianto mengingatkan masyarakat agar membeli tiket hanya melalui jalur resmi dan menghubungi layanan pelanggan di 021-162 untuk informasi lebih lanjut.