hukum-kriminal

Di Balik Teror Air Keras terhadap Aktivis, Prabowo Subianto Desak Pengungkapan Aktor Intelektual

Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:27 WIB
Presiden Prabowo Subianto, saat menjabat sebagai Menhan di Seminar TNI AD VI Tahun 2022 di Gedung Jenderal Prof. Dr. Satrio Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Bandung, Jawa Barat. (Foto.Tim Media Prabowo Subianto/ desain background Tim Reportase NTT)

REPORTASENTT.COM, JAKARTA-  Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus menjadi sorotan setelah dinilai sebagai bentuk kekerasan serius yang mengarah pada teror terhadap warga sipil.

Dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis, Presiden Prabowo Subianto menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan biadab yang harus ditindak tegas.

 

Baca Juga: Viral di Medsos, Alumni Protes ke Presiden Prabowo Subianto karena Sekolahnya Baru Bagus Setelah Lulus

 

Ia mendorong aparat penegak hukum untuk memburu pelaku hingga tuntas.

“Ini terorisme. Tindakan seperti ini tidak bisa dibiarkan. Harus dikejar dan diusut,” kata Prabowo dalam pernyataan wawancara yang dikutip dari rilis resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.

Ia juga menyoroti pentingnya mengungkap pihak yang berada di balik aksi tersebut, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual yang memerintahkan dan membiayai tindakan kekerasan itu.

 

Baca Juga: Percepat Hunian Layak, Hashim Sebut Bisa Turunkan Kasus TBC dan Stunting


Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan bahwa negara tidak memberi ruang terhadap segala bentuk kekerasan, termasuk terhadap aktivis yang menyampaikan kritik.

 

Ia memastikan proses hukum berjalan tanpa pengecualian jika ditemukan keterlibatan aparat.


“Kalau ada aparat terlibat, proses hukum harus tetap berjalan. Tidak ada perlakuan khusus,” katanya.

 

Baca Juga: Kolonel Widi Rahman: TNI AD Beri Perhatian Khusus bagi Keluarga Korban Kekerasan Seksual di Flotim

Sementara itu, perkembangan terbaru menunjukkan aparat gabungan dari Polri dan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah mengamankan empat prajurit TNI yang diduga terlibat.

Dandenpom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyebutkan mereka terdiri dari tiga perwira dan satu bintara.

Presiden kembali menekankan pentingnya pengusutan menyeluruh, mengingat dirinya mendapat mandat langsung dari rakyat untuk melindungi kepentingan publik.

Halaman:

Tags

Terkini