REPORTASENTT.COM, LARANTUKA- Perayaan Idul Fitri di Kabupaten Flores Timur menghadirkan suasana yang berbeda dibanding sejumlah daerah lain di Indonesia. Nuansa kebersamaan lintas agama dan budaya lokal terasa kuat, membentuk tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat.
Di Larantuka sebagai ibu kota kabupaten, umat Muslim melaksanakan Salat Id di pelataran pelabuhan laut Larantuka.
Ribuan jamaah memadati area sejak pagi dalam suasana khidmat, dengan penekanan pada makna spiritual Idul Fitri.
Baca Juga: Remaja Tewas Tenggelam di Embung Nekamese, Respons Cepat Brimob Ungkap Minimnya Pengamanan
Selepas Salat Id, masyarakat menggelar halal bihalal. Tradisi ini diisi dengan saling bermaafan, mempererat silaturahmi antar keluarga, serta berkumpul bersama warga sekitar.
Selepas Salat Id, masyarakat menggelar halal bihalal. Tradisi ini diisi dengan saling bermaafan, mempererat silaturahmi antar keluarga, serta berkumpul bersama warga sekitar.
Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan sosial yang memperkuat hubungan antarwarga di tengah keberagaman.
Ciri khas perayaan Idul Fitri di Flores Timur terlihat dari keterlibatan umat lintas agama. Umat Katolik turut datang bersalaman dengan umat Islam, bahkan di sejumlah wilayah berlangsung jabat tangan massal antarumat berbeda keyakinan.
Ciri khas perayaan Idul Fitri di Flores Timur terlihat dari keterlibatan umat lintas agama. Umat Katolik turut datang bersalaman dengan umat Islam, bahkan di sejumlah wilayah berlangsung jabat tangan massal antarumat berbeda keyakinan.
Baca Juga: Ribuan Liter Moke Ilegal Diselundupkan dari Sabu Raijua, Truk Ekspedisi Dibekuk di Pelabuhan Bolok
Warga juga berkumpul dan makan bersama tanpa memandang latar belakang agama.
Di wilayah Pulau Adonara, tradisi ini berkembang dalam bentuk yang lebih khas melalui praktik “Wai Umum”.
Di wilayah Pulau Adonara, tradisi ini berkembang dalam bentuk yang lebih khas melalui praktik “Wai Umum”.
Warga Muslim dan Katolik berkumpul, minum air bersama sebagai simbol persatuan, lalu dilanjutkan dengan saling berjabat tangan.
Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat.
Malam takbiran di Flores Timur turut diwarnai kegiatan takbir keliling, pawai obor, dan konvoi kendaraan.
Malam takbiran di Flores Timur turut diwarnai kegiatan takbir keliling, pawai obor, dan konvoi kendaraan.
Suasana berlangsung meriah dengan tetap mengedepankan ketertiban dan kebersamaan antarwarga.
Baca Juga: Serangan terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ini Rangkaian Fakta dan Sikapnya soal Revisi UU TNI
Selain itu, tradisi berbagi makanan juga menjadi bagian penting perayaan.
Selain itu, tradisi berbagi makanan juga menjadi bagian penting perayaan.
Hidangan khas Lebaran dinikmati bersama keluarga dan tetangga, termasuk mereka yang berbeda agama, sehingga memperkuat relasi sosial di lingkungan sekitar.
Keterlibatan generasi muda lintas iman juga tampak dalam pengamanan perayaan.
Keterlibatan generasi muda lintas iman juga tampak dalam pengamanan perayaan.
Orang Muda Katolik di sejumlah wilayah Flores Timur ikut menjaga pelaksanaan malam takbiran hingga Salat Id bersama pemuda Muslim, menciptakan suasana aman dan kondusif.
Halal bihalal di Adonara berkembang sebagai simbol persaudaraan lintas iman yang hidup dalam budaya lokal.
Halal bihalal di Adonara berkembang sebagai simbol persaudaraan lintas iman yang hidup dalam budaya lokal.
Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan Idul Fitri, tetapi juga berperan sebagai warisan sosial yang menjaga harmoni masyarakat di Flores Timur hingga kini.
Artikel Terkait
Kolonel Widi Rahman: TNI AD Beri Perhatian Khusus bagi Keluarga Korban Kekerasan Seksual di Flotim
Ribuan Liter Moke Ilegal Diselundupkan dari Sabu Raijua, Truk Ekspedisi Dibekuk di Pelabuhan Bolok
Polda NTT Kawal Ketat Kematian Fransiskus Asten, Scientific Crime Investigation Diandalkan Ungkap Fakta
Satar di Manggarai Timur, Lanskap Terasering yang Menawarkan Hening dan Harmoni Alam
Remaja Tewas Tenggelam di Embung Nekamese, Respons Cepat Brimob Ungkap Minimnya Pengamanan