hukum-kriminal

Siswi SD di Sragen Tewas Dibunuh Saat Rumah Kosong, Polisi Buru Pelaku Perampokan Sadis

Minggu, 7 Juni 2026 | 09:20 WIB
Warga dan petugas kepolisian berada di sekitar lokasi pembunuhan siswi SD di Desa Dawung, Sragen. Kolase juga menampilkan pesan terakhir korban kepada kerabat sebelum ditemukan tewas. (Foto/ Threads/dinanovianiii)

REPORTASENTT.COM, SRAGEN,– Perampokan disertai pembunuhan menggemparkan warga Dukuh Bromoasri, Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Seorang siswi sekolah dasar berinisial B (11) ditemukan tewas di dalam rumahnya pada Jumat (5/6/2026) sore.

Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan sejumlah luka akibat senjata tajam pada bagian wajah dan tangan. Saat kejadian berlangsung, rumah korban diketahui dalam keadaan kosong sehingga pelaku leluasa menjalankan aksinya.

Informasi yang beredar di media sosial menyebutkan pelaku diduga melakukan tindakan sadis terhadap korban. Unggahan akun Threads @dinanovianiii memperlihatkan percakapan dengan kerabat korban yang mengungkap sejumlah bagian jari korban ditemukan dalam kondisi terpotong.

 

Baca Juga: DPR Bahas Sinergi Fiskal dan Moneter, Istana Bantah Isu Pergantian Gubernur BI dan Menkeu



“Kejadiannya diperkirakan tadi siang tapi karena ibunya baru pulang kerja sore, jadi baru ketahuan sore. Sekarang lagi diurus sama polisi setempat,” tulis pengunggah dalam unggahannya yang dikutip Sabtu (6/6/2026).

Dalam unggahan lanjutan, kerabat korban mengabarkan proses penanganan perkara masih berlangsung dan sejumlah barang bukti telah diamankan penyidik.

“Anaknya sudah meninggal, bantu doain ya buat adik B. Sekarang anaknya masih diautopsi di RS,” tulisnya.

 

Baca Juga: Seleksi Transparan Tanpa Titipan, 307 Calon Anggota Polri di Polda NTT Lolos ke Tahap Rikkes II



Ia juga menyebut polisi menemukan beberapa barang bukti penting di lokasi kejadian.

“Barang buktinya juga sudah diamankan, ada 3 senjata tajam, potongan jarinya beberapa ketemu,” tulisnya.

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga, kerabat korban mengenang komunikasi terakhir dengan B. Menurut unggahan tersebut, korban sempat menghubunginya dan meminta foto saat perayaan Lebaran melalui pesan singkat pada 15 Mei 2026.

 

Baca Juga: Salah Cari Orang di Lippo Kupang, Malah Pukul Karyawan yang Tak Bersalah, Kasus Berakhir Damai



“Mba, apa masih punya foto pas lebaran itu? Kalau masih punya, minta ya. Makasih,” demikian isi pesan yang disebut dikirim korban sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.

Sementara itu, Polres Sragen terus mendalami kasus perampokan disertai pembunuhan yang merenggut nyawa siswi berusia 11 tahun tersebut. Olah tempat kejadian perkara dipimpin langsung Kapolres Sragen AKBP Dewiana bersama Kasatreskrim AKP Catur Agus Yudo Praseno.

“Kami sudah melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan dari para saksi. Mohon waktu agar kasus ini segera dapat kami ungkap,” kata AKBP Dewiana kepada wartawan, Sabtu (6/6/2026).

 

Baca Juga: 9 Pelajar di Kota Kupang Digerebek Saat Pesta Miras, Sebagian Masih Berseragam Sekolah



Penyidik juga masih menelusuri kemungkinan keterlibatan lebih dari satu pelaku dalam aksi perampokan berdarah tersebut.

 

Halaman:

Tags

Terkini