hukum-kriminal

Hendak Berburu Burung, Tas Pink Jadi Petunjuk Samadi Menemukan Tetangga Dusunnya

Minggu, 25 Agustus 2024 | 22:45 WIB
Polisi saat sedang melakukan olah TKP. (Foto Polres Semarang)
 
REPORTASENTT.COM- Niat pergi ke kebun untuk berburu burung kicauan, Selasa pagi 20 Agustus 2024, seorang warga Dusun Tawangsari, Desa Semowo, Kecamatan Pabelan bernama Samadi (57 ), menemukan tetangga Dusunnya meninggal dunia di area perkebunan di Dusun Tunggakrejo, Desa Semowo, Kecamatan Pabelan.

Korban diketahui bernama Supriedi (66 ) warga Dusun Gambir, Desa Semowo, Kecamatan Pabelan.
 
Mengetahui tetangga Dusunnya meninggal, Samadi memberitahukan rekannya yang satu Dusun dengan korban.
 
Baca Juga: Seorang ASN Ditangkap Polisi, Digrebek Saat Sedang Melakukan Hal Ini!

Menerima laporan adanya orang meninggal di kebun, Kapolres Semarang AKBP Ike Yulianto W, SH. SIK. MH., melalui Kapolsek Pabelan AKP Riyadi memberikan keteranganya.
 
Dimana kata Kapolres, korban saat kejadian sedang membersihkan kebun milik keluarga (adik ipar).

“Dapat kami sampaikan bahwa benar adanya kejadian penemuan warga yang meninggal di kebun, dan personel Polsek Pabelan juga telah ada di lokasi bersama pihak Inafis," terang Kapolres.
 
Baca Juga: Amankan Aksi Unjuk Rasa di Kantor DPRD NTB, Dua Anggota Polisi Terluka, Kapolresta Tegaskan Hal Ini!

Berkaitan kronologi kejadian tersebut, AKP Riyadi menuturkan bahwa sekitar pukul 07.00 Wib pagi, Samadi bersama rekannya Sutardi (57 ) warga Dusun, Gambir Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, menuju area kebun.
 
Sesampainya di lokasi keduanya berpencar untuk berburu burung, dan saat Samadi berjalan di jalan setapak, melihat ada sebuah tas berwarna pink tergeletak dijalan setapak tersebut, karena penasaran Samadi mendekati tas pink itu.

Namun setelah melihat ke arah bawah jalan setapak dengan kedalaman kurang lebih 1 meter, Samadi melihat Supriedi terlentang di bawah jalan setapak.
 
Baca Juga: Kasus Penyelundupan WNA Asal Tiongkok, Pelaku Terancam Didenda Rp1.5 Miliar

“Mengetahui orang yang dikenal, Samadi memanggil Sutardi memberitahukan bahwa tetangganya jatuh di samping jalan setapak kebun. Setelah Sutardi memastikan bahwa yang dilihat adalah tetangganya, pihaknya langsung menghubungi kami," tambahnya.

Tim Inafis Polres Semarang dan pihak Medis Puskesmas Pabelan dr. Rynalt Andrew yang datang ke lokasi, langsung memeriksa lokasi kejadian.
 
Menurut keterangan keluarga korban, serta diperkuat keterangan dr. Rynalt, korban merupakan pasien dr. Rynalt dengan perawatan sakit jantung.
 
Baca Juga: Dua Kasus Dugaan Tindak Pidana di Bidang Migas di Sumba Tengah Berhasil Diungkap, Kepolisian Beberkan Jejak Kejahatan Pelaku  

Tim Inafis yang memeriksa lokasi kejadian juga menemui bahwa ada bekas lahan kebun yang dibakar, sehingga pihak inafis bersama pihak medis memperoleh kesimpulan awal bahwa korban terpeleset saat kegiatan membakar lahan kebun yang akan dikerjakannya.

“Dugaan awal kami, saat korban membakar daun kering atau sampah di kebun yang akan digarapnya diduga korban terpeleset masuk di lahan samping jalan setapak, dimana kontur tanahnya tidak rata. Kami sampaikan ini karena pada tubuh korban tidak ada tanda tanda penganiayaan, dan korban jatuh posisi terlentang sehingga kepala bagian belakang membentur batu dengan riwayat sakit jantung yang dideritanya," imbuh Kanit Identifikasi Sat Reskrim Polres Semarang Aiptu Edy Ponco SH.

Mewakili pihak krluarga yaitu Widiyani (37 Th) yang merupakan anak korban, menerima akan kejadian yang menimpa ayahnya.
 
 Baca Juga: Ini Nama- nama 12 Pati Polri yang Dinaikkan Pangkatnya Oleh Kapolri, Kapolda Papua Mathius Fakhiri Jadi Komjen
 
Dan pihaknya membubuhkan surat pernyataan menolak Autopsi, selanjutnya pihak Polsek Pabelan menyerahkan Jenazah kepada Widiyani untuk dimakamkan.

Tags

Terkini