REPORTASENTT.COM, VATIKAN- Bayangkan, 120 orang pria, semua berpakaian merah, dikunci dalam satu tempat paling sakral di dunia.
Tanpa ponsel. Tanpa internet. Tanpa kabar dari dunia luar.
Mereka bukan tahanan. Mereka adalah Kardinal Gereja Katolik. Dan mereka sedang memilih Paus. Konklaf Telah Dimulai.
Baca Juga: Presiden Israel Kenang Paus Fransiskus: Tokoh Iman dan Belas Kasih Dunia
Di Balik Pintu Tertutup: Sebuah Dunia yang Hanya Bisa Ditebak
Dalam dunia yang kini nyaris tak punya rahasia, Vatikan menyimpan satu ritual yang tetap nyaris tak tertembus, Konklaf.
Ritual ini menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin spiritual bagi lebih dari 1 miliar umat Katolik di dunia.
Dan prosesnya, sangat jauh dari kata biasa.
Baca Juga: Dua Festival Budaya Meriahkan Flotim, Exotic Lamaholot di Adonara Curi Perhatian Menteri Kebudayaan RI
Apa Itu Konklaf?
Konklaf, dari Latin cum clave, berarti dengan kunci.
Bukan kiasan. Para kardinal betul-betul “dikunci” dalam Kapel Sistina, tanpa akses keluar, sampai satu nama dipilih sebagai Paus baru.
Lokasinya? Kapel Sistina, tempat masterpiece Michelangelo menyaksikan segala bisik, doa, dan perdebatan sunyi.
Baca Juga: Ratusan Warga Serbu Kantor Bupati Manggarai! Dukung Geothermal Poco Leok: Kami Tidak Takut Ancaman
Hanya 120 Orang di Dunia yang Bisa Masuk