Presiden Israel Kenang Paus Fransiskus: Tokoh Iman dan Belas Kasih Dunia

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Kamis, 24 April 2025 | 10:30 WIB
Presiden Israel Isaac Herzog/ background foto Paus Fransiskus.
Presiden Israel Isaac Herzog/ background foto Paus Fransiskus.

 

 

REPORTASENTT.COM, YERUSALEM- Presiden Israel, Isaac Herzog, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus.

Dalam pesannya, Herzog mengenang pemimpin tertinggi Gereja Katolik itu sebagai sosok penuh kasih yang mendedikasikan hidupnya untuk perdamaian dan kemanusiaan.

“Paus Fransiskus adalah seorang pria dengan iman yang dalam dan belas kasih yang tak terbatas, yang mengabdikan hidupnya untuk mengangkat derajat orang miskin dan menyerukan perdamaian di dunia yang bermasalah,” ujar Herzog dalam pernyataan resminya, Senin (22/4/2025).

 Baca Juga: Dua Festival Budaya Meriahkan Flotim, Exotic Lamaholot di Adonara Curi Perhatian Menteri Kebudayaan RI

Ia juga menyoroti upaya Paus Fransiskus dalam membangun jembatan antarumat beragama.

“Sudah sepantasnya, ia menempatkan kepentingan besar pada penguatan hubungan dengan dunia Yahudi dan mempromosikan dialog antaragama sebagai jalan menuju pemahaman dan saling menghormati,” lanjutnya.

Herzog menyampaikan harapannya agar doa-doa Paus untuk perdamaian di Timur Tengah, khususnya untuk pembebasan para sandera yang masih ditahan di Gaza, segera dijawab secara positif.

 Baca Juga: Rahasia Kerukunan Witihama, Toleransi yang Mendarah Daging

“Atas nama rakyat Israel, saya menyampaikan belasungkawa yang tulus atas meninggalnya seorang bapa spiritual yang agung, Yang Mulia Paus Fransiskus,” ucapnya.

Sementara itu, Delegasi Apostolik di Yerusalem yang juga menjabat sebagai nuncio untuk Negara Israel, Uskup Agung Adolfo Tito Yllana, turut membagikan kisah pribadi atas respons Herzog.

“Bahkan lebih dari sekadar pesan resmi, saya khususnya tersentuh oleh panggilan telepon belasungkawa pribadi yang disampaikan Presiden Herzog kepada saya, hanya beberapa menit setelah pengumuman kematian,” ungkap Yllana kepada L'Osservatore Romano.

 Baca Juga: Umat Stasi Lamawolo Gelar Doa Tiga Malam untuk Mengenang Romo Ansel

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X