mancanegara

Negara Ini Dilanda Pemadaman Listrik yang Menyebabkan 18 Juta Orang Berada dalam Kegelapan  

Kamis, 20 Juni 2024 | 10:34 WIB
Pemandangan Negara Ekuador. (Foto tangkapan layar Youtube Peter L)
 
 
REPORTASENTT.COM- Listrik hampir pulih sepenuhnya di Ekuador, beberapa jam setelah pemadaman listrik secara nasional menyebabkan negara berpenduduk sekitar 18 juta jiwa itu berada dalam kegelapan, termasuk sistem kereta bawah tanah di ibu kota.
 
Menteri Pekerjaan Umum Roberto Luque mengatakan dalam sebuah postingan di X bahwa 95 persen layanan telah pulih pada Rabu sore.

“Apa yang terjadi saat ini hanyalah bukti lain dari krisis energi yang sedang kita hadapi,” ujarnya, seraya menyoroti masalah-masalah yang terjadi baru-baru ini yang disebabkan oleh kurangnya pembangkitan listrik yang menyebabkan terputusnya layanan secara tidak terjadwal.
 
 Baca Juga: Setelah Tandatangani Pakta Pertahanan Bersama Kim Jong-un, Putin Kunjungi  Vietnam, Picu Kemarahan Amerika
 
Luque, yang juga menjabat sebagai penjabat menteri energi, menekankan bahwa pemadaman listrik pada hari Rabu disebabkan oleh kurangnya investasi dalam transmisi yang sebenarnya bisa dihindari.
 
Luque pada hari sebelumnya menyalahkan kegagalan saluran transmisi yang menyebabkan pemutusan kaskade.

Pada bulan April, presiden Daniel Noboa mengumumkan darurat energi dan mengumumkan rencana pemadaman listrik.
 
Baca Juga: Peringkat Daya Saing RI Naik Ke Posisi 27, Lampaui Jepang Hingga Inggris

Emilia Cevallos, seorang pelayan di sebuah restoran di utara ibu kota, Quito, mengatakan pemadaman listrik ini mengejutkan.

“Kami pikir hanya di sektor ini, tapi ketika kami keluar, kami menyadari bahwa meskipun beberapa toko sudah terhubung dengan generator, sebagian besar tidak memiliki listrik,” katanya.
 
Ia juga menambahkan lampu lalu lintas juga tidak berfungsi.
 
 Baca Juga: Apa Itu Ritual Pencucian Pataka Siamasei yang Dilakukan Oleh Kapolda Sulawesi Barat? Yuk Simak Penjelasannya
 
Pemadaman listrik pada hari Rabu menyebabkan kondisi berkendara yang berbahaya bagi sejumlah pengendara, karena lampu lalu lintas berhenti berfungsi.
 
Pengoperasian kereta bawah tanah Quito juga terhenti selama beberapa jam.

Sementara negara Amerika Selatan tersebut sedang berjuang mengatasi kekeringan yang berdampak pada pembangkit listrik tenaga air, hujan lebat pada akhir pekan memaksa pihak berwenang untuk mematikan tiga pembangkit listrik tenaga air.

Tags

Terkini