mancanegara

Singapura Menyambut Gembira Kedatangan Paus Fransiskus

Rabu, 11 September 2024 | 22:30 WIB
Paus Fransiskus saat tiba di Singapura.

 

REPORTASENTT.COM, SINGAPURA- Singapura menyambut Paus Fransiskus pada tahap akhir Perjalanan Apostolik ke-45

Paus Fransiskus memulai perjalanan keempat dan terakhir dari Perjalanan Apostoliknya ke Asia dan Oseania.

Saat negara-kota Singapura di Asia Tenggara menyambut Uskup Roma di Bandara Changi.

Baca Juga: Presiden Lantik Aida Suwandi Budiman sebagai Anggota Dewan Komisioner LPSK

Paus Fransiskus telah memulai perjalanan keempat dan terakhir dari Perjalanan Apostoliknya selama 12 hari di Asia dan Oseania, yang terpanjang selama masa kepausannya sejauh ini, yang telah membawanya ke Indonesia, Papua Nugini, dan Timor-Leste.

Kini tiba saatnya bagi negara- kota Asia Tenggara, Singapura, untuk menyambut Bapa Suci, yang tiba di Bandara Changi pukul 14.52 waktu setempat pada hari Rabu, 11 September.

Ada rasa kegembiraan yang nyata di antara warga Singapura, tua dan muda, yang sedang melakukan persiapan akhir untuk kedatangan Bapa Suci.

Baca Juga: Juru Pengatur lalu lintas di Bandung Meresahkan Lagi, Ini Modus Baru yang Ia Gunakan Dapatkan Uang!

Serangkaian aktivitas menyambut tim kami di Junior Catholic College, tempat kaum muda tengah berlatih untuk pertemuan antaragama Paus Fransiskus dengan mereka, yang dijadwalkan pada hari Jumat.

Suster Theresa Seow Lee Huang, FDCC, wakil ketua Keuskupan Agung dan Dewan Dialog Antaragama, serta wakil ketua acara untuk pemuda antaragama, berbagi harapannya bahwa kunjungan Paus Fransiskus akan menjadi sumber pembaruan bagi dialog antaragama di Singapura.

“Kami berharap bahwa dengan kunjungan ini, dan dengan mempertemukan semua kaum muda dari berbagai agama, bahkan setelah Bapa Suci pergi, akan ada momentum untuk benar-benar menarik kaum muda untuk bekerja demi kerukunan dan perdamaian,” kata biarawati Canossian tersebut.

Baca Juga: Konser Bruno Mars di Jakarta, Ribuan Persoil Kepolisian Akan Dikerahkan

Ia juga mencatat bahwa jumlah panggilan religius di negara Asia Tenggara itu rendah. 

“Banyak kaum religius juga menghadapi penurunan jumlah kaum muda yang bergabung dalam kehidupan religius. Saya pikir dalam hal komitmen permanen, ini adalah sesuatu yang tidak banyak orang siap untuk melangkah maju," tambahnya.

Halaman:

Tags

Terkini