GREAT Institute Nilai Pidato Prabowo di Davos Perkenalkan Prabowonomics ke Dunia

Photo Author
Yuga Yuliana, Reportase NTT
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 19:21 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, membahas stabilitas ekonomi, pembangunan manusia, dan peran Indonesia global. (Foto fanpage Prabowo Subianto)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada World Economic Forum Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, membahas stabilitas ekonomi, pembangunan manusia, dan peran Indonesia global. (Foto fanpage Prabowo Subianto)

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA-  GREAT Institute menilai pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, mencerminkan arah kebijakan ekonomi nasional kepada komunitas global.



Direktur Eksekutif GREAT Institute Sudarto mengatakan, kehadiran Presiden Prabowo di Davos memperlihatkan posisi Indonesia sebagai penyampai gagasan ekonomi di tengah ketidakpastian global.



“Pidato Presiden Prabowo memperlihatkan pendekatan ekonomi yang bertumpu pada stabilitas, kedaulatan ekonomi, dan pembangunan manusia sebagai fondasi jangka panjang,” kata Sudarto, Kamis (23/1/2026).

 

Baca Juga: Wagub NTT Tinjau Dampak Puting Beliung di Bello Kupang, 35 Rumah Rusak



Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti situasi global yang dipengaruhi konflik geopolitik, krisis energi dan pangan, serta gangguan rantai pasok internasional.

 

Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk menghapus kemiskinan di Indonesia.

GREAT Institute menilai pesan mengenai pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu poin utama dalam pidato tersebut.

 

Baca Juga: Hari Kedua Pencarian Longsor Manggarai Timur, Dua Warga Kampung Pau Belum Ditemukan

 

Fokus pada pendidikan, digitalisasi sekolah, serta peningkatan kualitas manusia Indonesia dinilai mencerminkan orientasi jangka panjang kebijakan ekonomi nasional.



Menurut Sudarto, pendekatan tersebut memperluas makna pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya berfokus pada indikator makro.

Halaman:

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X