REPORTASENTT.COM, JAKARTA- GREAT Institute menilai pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, mencerminkan arah kebijakan ekonomi nasional kepada komunitas global.
Direktur Eksekutif GREAT Institute Sudarto mengatakan, kehadiran Presiden Prabowo di Davos memperlihatkan posisi Indonesia sebagai penyampai gagasan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
“Pidato Presiden Prabowo memperlihatkan pendekatan ekonomi yang bertumpu pada stabilitas, kedaulatan ekonomi, dan pembangunan manusia sebagai fondasi jangka panjang,” kata Sudarto, Kamis (23/1/2026).
Baca Juga: Wagub NTT Tinjau Dampak Puting Beliung di Bello Kupang, 35 Rumah Rusak
Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti situasi global yang dipengaruhi konflik geopolitik, krisis energi dan pangan, serta gangguan rantai pasok internasional.
Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk menghapus kemiskinan di Indonesia.
GREAT Institute menilai pesan mengenai pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu poin utama dalam pidato tersebut.
Baca Juga: Hari Kedua Pencarian Longsor Manggarai Timur, Dua Warga Kampung Pau Belum Ditemukan
Fokus pada pendidikan, digitalisasi sekolah, serta peningkatan kualitas manusia Indonesia dinilai mencerminkan orientasi jangka panjang kebijakan ekonomi nasional.
Menurut Sudarto, pendekatan tersebut memperluas makna pertumbuhan ekonomi agar tidak hanya berfokus pada indikator makro.
Artikel Terkait
Korban Scam Kehilangan Rp9,1 Triliun, DPR Soroti Masalah Pelaporan
Deretan Hukuman Komdis PSSI Desember 2025: Pemukulan, Protes Wasit, Denda Puluhan Juta, Persebata Lembata Ikut Tersanksi
Pohon Kemiri Tumbang Renggut Nyawa Petani di Kabupaten Sikka
Hari Kedua Pencarian Longsor Manggarai Timur, Dua Warga Kampung Pau Belum Ditemukan
Wagub NTT Tinjau Dampak Puting Beliung di Bello Kupang, 35 Rumah Rusak