Berdasarkan manifest terbaru maskapai, pesawat mengangkut 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang.
Perubahan manifest terjadi karena pergantian kru sebelum keberangkatan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta.
Hingga Sabtu malam, pesawat belum ditemukan. Proses pencarian terkendala cuaca berkabut, hujan gerimis, serta medan pegunungan yang terjal.
Baca Juga: Abdul Fikri Faqih Ungkap Arti Penting Keputusan Prabowo Tambah Anggaran Riset
Demi keselamatan personel, pencarian dihentikan sementara dan dilanjutkan Minggu (18/1/2026) pagi.
Untuk memperkuat koordinasi, Posko Induk gabungan Basarnas dan TNI–Polri dipindahkan ke Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep. Posko pendukung juga didirikan di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.
Pencarian difokuskan di wilayah Balocci, Pangkep dan Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Maros.
Baca Juga: Teknologi Tak Menjamin Pelayanan Cepat, Aria Bima Soroti Mental dan Kompetensi Pegawai
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan pihaknya sejak awal berkoordinasi intensif dengan Basarnas, TNI, dan seluruh unsur terkait.
“Kami mengambil langkah strategis, termasuk pembentukan posko dan penguatan personel di lapangan untuk mendukung operasi pencarian,” ujar Kapolda dalam konferensi pers di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggu (18/1/2026).