Abdul Fikri Faqih Ungkap Arti Penting Keputusan Prabowo Tambah Anggaran Riset

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Minggu, 18 Januari 2026 | 21:41 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih saat memberikan keterangan terkait keputusan Presiden Prabowo menaikkan anggaran riset nasional.
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih saat memberikan keterangan terkait keputusan Presiden Prabowo menaikkan anggaran riset nasional.

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto menaikkan anggaran riset nasional menjadi Rp12 triliun. Kebijakan itu dinilai strategis dan menunjukkan komitmen kuat pemerintah terhadap pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.



Keputusan tersebut diambil Presiden Prabowo usai menggelar pertemuan tatap muka dengan sekitar 1.200 rektor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi. Fikri menilai langkah ini sebagai praktik baru yang positif dalam tata kelola pemerintahan yang berbasis data dan keilmuan.



Menurut Fikri, pertemuan Presiden dengan pimpinan perguruan tinggi menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan kalangan akademisi.

 

Baca Juga: Teknologi Tak Menjamin Pelayanan Cepat, Aria Bima Soroti Mental dan Kompetensi Pegawai



“Tradisi komunikasi langsung antara kepala negara dan pimpinan akademisi sangat krusial agar informasi penyelenggaraan pemerintahan tersampaikan secara utuh dan transparan,” ujar Fikri dalam keterangannya kepada Parlementaria, di Jakarta, Sabtu (17/1/2026).



Legislator Fraksi PKS itu menambahkan, komunikasi tersebut sejalan dengan konsep kolaborasi Pentahelix yang melibatkan unsur akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media dalam pembangunan nasional.



Fikri menegaskan, forum semacam ini tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Ia berharap para pimpinan perguruan tinggi diberi ruang luas untuk menyampaikan masukan secara langsung kepada Presiden.

 

Baca Juga: Raffi Ahmad ke Sanggar Tari Banyumas, Ini yang Dibicarakan Bersama Komunitas Kreatif



“Masukan dari para pakar sangat dibutuhkan agar arah kebijakan negara tetap berada di jalur yang tepat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tegas legislator dari Dapil IX Jawa Tengah itu.



Dampak dari komunikasi langsung tersebut, lanjut Fikri, sudah terlihat nyata. Presiden Prabowo merespons cepat dengan menambah anggaran riset nasional dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun.



Bagi Komisi X DPR RI, kebijakan ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan tinggi dan penelitian untuk terus berinovasi serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Halaman:

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X