nasional

Pemerintah Indonesia Tuntaskan Evakuasi WNI dari Zona Tegang Timur Tengah

Senin, 4 Mei 2026 | 09:16 WIB
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah melakukan konferensi pers terkait evakuasi 2.999 WNI dari kawasan Timur Tengah di Jakarta. (Foto: Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI)

 

 

REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Pemerintah Indonesia menuntaskan fasilitasi evakuasi dan repatriasi 2.999 warga negara Indonesia (WNI) dari kawasan Timur Tengah dan negara Teluk di tengah ketegangan geopolitik.

Direktur Pelindungan WNI di Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, menjelaskan seluruh WNI telah difasilitasi melalui skema evakuasi maupun kepulangan mandiri hingga 29 April 2026. Tidak ditemukan lagi laporan WNI terlantar di wilayah terdampak.

“Sebanyak 2.999 WNI telah difasilitasi untuk evakuasi dan repatriasi mandiri, termasuk personel TNI dalam misi UNIFIL,” kata Heni saat konferensi pers, Selasa (30/4).

 

Baca Juga: Pria Ditemukan Tewas Telungkup di Kebun Sikka, Masih Pikul Karung Kelapa, Ini Dugaan Polisi



Pemerintah memastikan proses kepulangan berjalan aman melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk perwakilan RI di luar negeri, maskapai penerbangan, serta otoritas setempat.

Dukungan akomodasi dan jalur transportasi dipastikan tersedia selama proses berlangsung.

Menurut Heni, kondisi WNI di kawasan Timur Tengah relatif aman seiring situasi yang mulai kondusif.

Baca Juga: ICCN Jakarta dan UNESA Jajaki Kolaborasi Penguatan SDM Industri Kreatif Nasional

 

Negara-negara Teluk seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menunjukkan stabilitas bertahap.

Indikator stabilitas terlihat dari pembukaan kembali penerbangan secara bertahap serta tidak adanya laporan serangan rudal maupun drone dalam beberapa hari terakhir.

Meski situasi membaik, pemerintah tetap mengimbau WNI meningkatkan kewaspadaan dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat.

 

Baca Juga: Taklimat Presiden untuk Dansat TNI: Pesan Kepemimpinan di Tengah Soliditas Para Jenderal

“Dalam situasi darurat, segera hubungi hotline perwakilan RI atau layanan pelindungan WNI di pusat,” kata Heni.

Tags

Terkini