REPORTASENTT.COM, MAUMERE- Seorang pria berinisial W.W (41), warga Dusun Natar Gete, Desa Koting A, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia di area perkebunan warga pada Kamis (30/4/2026) siang.
Korban ditemukan dalam posisi telungkup sambil masih memikul karung berisi kelapa.
Peristiwa itu terjadi di kebun milik warga bernama Lorensius Toja sekitar pukul 13.00 WITA. Warga yang melintas melihat tubuh korban tidak bergerak, lalu menyampaikan informasi tersebut kepada keluarga.
Baca Juga: ICCN Jakarta dan UNESA Jajaki Kolaborasi Penguatan SDM Industri Kreatif Nasional
Keluarga korban kemudian datang ke lokasi untuk memastikan kondisi korban. Saat diperiksa, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Maria Elfrida Dua (30), anggota keluarga korban, mengatakan korban berangkat ke kebun sekitar pukul 09.00 WITA seperti aktivitas biasanya.
“Pagi tadi dia pergi ke kebun seperti biasa. Tidak ada keluhan apa pun sebelum berangkat,” kata Maria.
Baca Juga: Kronologi KA Argo Bromo Tabrak Mobil Rombongan Haji di Grobogan, Empat Orang Tewas
Petugas kesehatan dari Puskesmas Koting yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban.
Tenaga medis menyarankan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Namun, keluarga memilih menolak autopsi dan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.
Laporan kejadian kemudian diterima Polsek Nelle sekitar pukul 16.00 WITA. Saat laporan masuk, jenazah telah dievakuasi ke rumah duka dan dimandikan keluarga.
Baca Juga: MK Periksa Gugatan Baru UU Polri, Pemohon Soroti Penjelasan Pasal 28 Ayat 3
Kapolsek Nelle IPTU Sang Nyoman Parwata bersama personel mendatangi rumah duka untuk mengumpulkan keterangan saksi, mendata identitas korban, serta melengkapi prosedur penanganan.
“Kami telah meminta keterangan saksi dan melakukan pemeriksaan luar sebagai bagian dari prosedur,” kata Parwata.
Polisi menyebut hingga kini belum ditemukan indikasi tindak pidana dalam kasus tersebut. Dugaan sementara korban meninggal akibat faktor kesehatan atau kelelahan saat bekerja di kebun.
Baca Juga: Huntap Lewotobi Tersendat: Dokumen Lahan Mandek di Kanwil NTT, Pemkab Flores Timur Desak Percepatan
Jenazah korban disemayamkan di rumah duka di Dusun Natar Gete. Korban dijadwalkan dimakamkan pada Jumat (1/5/2026) pukul 14.00 WITA.
Artikel Terkait
Kapolresta Kupang Kota Terima Audiensi Mahasiswa, Paparkan Penanganan Perkara Satreskrim
MK Periksa Gugatan Baru UU Polri, Pemohon Soroti Penjelasan Pasal 28 Ayat 3
KPK: Jangan Ada Intervensi Pengadaan Barang dan Jasa Lewat Usulan Pokir DPRD
Kronologi KA Argo Bromo Tabrak Mobil Rombongan Haji di Grobogan, Empat Orang Tewas
ICCN Jakarta dan UNESA Jajaki Kolaborasi Penguatan SDM Industri Kreatif Nasional