Hasil konsultasi publik ini melahirkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk: peningkatan kapasitas SDM media untuk menjawab tantangan era digital, program literasi media dan digital guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi informasi yang berkualitas, kolaborasi multi-pihak antara pemerintah, media, akademisi, dan platform digital untuk menciptakan ekosistem media yang sehat, penguatan regulasi yang mendukung keberlanjutan media massa lokal dan nasional.
Plt. Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Molly Prabawaty, dalam keynote speech-nya, menekankan pentingnya menjaga integritas dan kredibilitas media massa sebagai kanal utama penyebaran informasi di tengah era digitalisasi.
Baca Juga: Ada Apa di Ende? Polres Gelar Apel Besar untuk Operasi Lilin 2024!
“Era digital memberi peluang besar untuk memperluas jangkauan informasi. Namun, kita harus memastikan bahwa idealisme media tidak tergerus oleh tuntutan ekonomi,” tegas Molly.
Acara ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, termasuk Bagir Manan, Dadang Rahmat Hidayat, Bambang Harymurti, dan Dahlan Dahi, yang memberikan perspektif mendalam mengenai tantangan dan peluang media di Indonesia.
Dengan implementasi kebijakan BEJO’S, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem jurnalisme berkualitas yang mendukung demokrasi substansial.
“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk memastikan media Indonesia tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi pemain utama di kancah global,” tutup Molly.