REPORTASENTT.COM, ITALIA- Pengadilan Palermo membebaskan Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini, dari tuduhan penculikan dan pengabaian tugas, Jumat (20/12).
Keputusan ini mengakhiri persidangan panjang terkait insiden penolakan kapal penyelamat migran untuk berlabuh di Italia pada 2019.
Salvini, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, menghadapi dakwaan atas keputusannya melarang kapal penyelamat Open Arms, yang membawa 147 migran, untuk berlabuh selama hampir tiga minggu di lepas pantai Pulau Lampedusa.
Langkah tersebut memicu krisis kemanusiaan di atas kapal, di mana kondisi kesehatan para migran memburuk hingga beberapa dari mereka nekat melompat ke laut.
Setelah 19 hari kebuntuan, jaksa setempat memerintahkan penurunan penumpang.
Setelah 19 hari kebuntuan, jaksa setempat memerintahkan penurunan penumpang.
Salvini kemudian diselidiki atas tuduhan penculikan dan pengabaian tugas, dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.
Menanggapi pembebasannya, Salvini menyebut keputusan itu sebagai kemenangan untuk Italia.
"Hari ini adalah hari yang indah bagi Italia," ujar Salvini kepada wartawan di luar ruang sidang.
"Para hakim telah membuktikan bahwa mempertahankan perbatasan adalah hak, bukan kejahatan."
Baca Juga: Diburu 3 Bulan! Polisi Tangkap Pencuri Kabel di Labuan Bajo, Dua Komplotannya Masih Bebas Berkeliaran
Salvini bersikeras bahwa tindakannya sejalan dengan kebijakan imigrasi pemerintah untuk menekan migrasi ilegal dan menjaga kedaulatan perbatasan Italia.
Salvini bersikeras bahwa tindakannya sejalan dengan kebijakan imigrasi pemerintah untuk menekan migrasi ilegal dan menjaga kedaulatan perbatasan Italia.
Ia menambahkan bahwa dirinya bangga dengan kebijakan tersebut.
Keputusan pengadilan menuai tanggapan berbeda. Perdana Menteri Giorgia Meloni, pemimpin partai sayap kanan Brothers of Italy, menyatakan puas atas putusan itu dan menyebut tuduhan terhadap Salvini tidak berdasar.
Keputusan pengadilan menuai tanggapan berbeda. Perdana Menteri Giorgia Meloni, pemimpin partai sayap kanan Brothers of Italy, menyatakan puas atas putusan itu dan menyebut tuduhan terhadap Salvini tidak berdasar.
Baca Juga: Ada Apa di Ende? Polres Gelar Apel Besar untuk Operasi Lilin 2024!
Sebaliknya, Oscar Camps, pendiri LSM Spanyol Open Arms, mengkritik hasil persidangan dan berharap jaksa mengajukan banding.
"Kami berupaya mengembalikan martabat bagi 147 orang yang dirampas kebebasannya," ujar Camps.
Sebaliknya, Oscar Camps, pendiri LSM Spanyol Open Arms, mengkritik hasil persidangan dan berharap jaksa mengajukan banding.
"Kami berupaya mengembalikan martabat bagi 147 orang yang dirampas kebebasannya," ujar Camps.
"Kami akan terus menyelamatkan nyawa, meski menghadapi tantangan seperti ini."
Persidangan yang berlangsung selama tiga tahun ini melibatkan 45 saksi, termasuk aktor Hollywood Richard Gere, yang pernah mengunjungi kapal Open Arms sebagai bentuk solidaritas.
Kasus ini juga menarik perhatian politisi nasionalis Eropa, seperti Marine Le Pen dari Prancis dan Viktor Orbán dari Hungaria, yang secara terbuka menyatakan dukungan mereka untuk Salvini.
Artikel Terkait
Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Ende Meningkat, Hal Inilah Jadi Penyebab Utama!
Ada Apa di Ende? Polres Gelar Apel Besar untuk Operasi Lilin 2024!
Diburu 3 Bulan! Polisi Tangkap Pencuri Kabel di Labuan Bajo, Dua Komplotannya Masih Bebas Berkeliaran
Patroli Malam, Polisi Temukan Aksi Mengejutkan di Jalan Suharto Kota Kupang
15 WNA Bangladesh yang Tertangkap di Rote, Dipulangkan Setelah Tertangkap Jaringan Penyelundupan Ke Australia