nasional

Aksi ‘Indonesia Gelap’ Siap Kepung Istana Saat Pelantikan Kepala Daerah, Ini 13 Tuntutan Mahasiswa

Selasa, 18 Februari 2025 | 16:08 WIB
Potret aksi mahasiswa bertajuk ‘Indonesia Gelap’ yang terjadi di DKI Jakarta, pada Senin, 17 Februari 2025. (X.com/@barengwarga)
 
 
 
 
 
 
REPORTASENTT.COM, JAKARTA- Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menggelar aksi bertajuk Indonesia Gelap di DKI Jakarta pada Senin (17/2).
 
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat, terutama dalam sektor pendidikan dan reformasi pemerintahan.

13 Poin Tuntutan Mahasiswa

1. Pendidikan gratis serta batalkan pemangkasan anggaran pendidikan

2. Cabut proyek strategis nasional bermasalah, wujudkan reforma agraria sejati

3. Tolak revisi Undang-Undang Minerba
 
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki- laki Masih Awas! Ada Potensi Directed Blast, Warga Diminta Menjauh!

4. Hapuskan multifungsi ABRI

5. Sahkan rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat

6. Cabut Instruksi Presiden nomor 1 tahun 2025

7. Reformasi Kepolisian Republik Indonesia
 
Baca Juga: Berapa Harga Jet Pribadi Cristiano Ronaldo yang Bakal Bawanya ke Kupang- NTT?

8. Evaluasi penuh program makan bergizi gratis

9. Realisasikan anggaran tunjangan kinerja dosen

10. Desak Prabowo Subianto untuk mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang perampasan aset

11. Tolak revisi Undang-Undang TNI, Polri, dan Kejaksaan
 
Baca Juga: Cristian Ronaldo ke Indonesia: Agenda di Kupang, Nginap di Bali dengan Juru Masak Pribadi!

12. Efisiensi dan rombak Kabinet Merah Putih

13. Tolak revisi Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat tentang tata tertib yang mana revisi saat sangat bermasalah dan bisa menimbulkan kesewenang-wenangan dari lembaga DPR.
 
Selain di Jakarta, aksi serupa juga berlangsung di Kota Bandung. Massa mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung Raya turun ke jalan dan menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro.
 

Baca Juga: Al Nassr Tertahan di Teheran, Ronaldo Absen demi Kunjungan ke Indonesia

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang dinilai berdampak negatif terhadap pendidikan nasional. Mereka membawa poster, melakukan orasi, dan membakar ban sebagai bentuk protes.

Rhido Anwari Aripin, Plt. Ketua BEM Kema Unpad, menegaskan bahwa mahasiswa menuntut pemerintah untuk merevisi kebijakan efisiensi yang berpengaruh pada pendidikan.

“Naikkan anggaran pendidikan terutama dana operasional PTN-BH, PTS, dan Beasiswa. Perluas akses pendidikan tinggi bagi anak kelas buruh dan kaum tani yang selama ini dihalangi oleh biaya pendidikan yang tinggi,” ujar Rhido dalam orasinya.
 

Baca Juga: Main ke Rumah Teman, Pulangnya Lewat Atap! Kesalahpahaman Ini Bikin Heboh Satu Kampung

Koordinator BEM SI, Herianto, menyampaikan bahwa aksi puncak Indonesia Gelap akan digelar pada Kamis, 20 Februari 2025, bertepatan dengan pelantikan kepala daerah serentak di Istana Negara.

“Aksi ini bukan hanya bentuk protes, tetapi juga pengingat bagi kepala daerah yang baru dilantik agar benar-benar bekerja untuk rakyat,” ujar Herianto.

Bagas Wisnu, Jenderal Lapangan Aksi BEM SI, menegaskan bahwa aksi ini akan terus berlanjut jika tuntutan mahasiswa tidak diakomodasi oleh pemerintah.
 
Baca Juga: Polisi Temukan Miras Disembunyikan di Bawah Terpal Mobil Pick Up Hitam, Ini Kronologi Penangkapannya!  

“Kami menyerukan kepada Presiden Prabowo dan jajarannya untuk segera mengambil langkah konkret dalam menanggapi berbagai persoalan yang kami angkat dalam aksi ini,” tegas Bagas.

Aksi Indonesia Gelap yang digelar serentak di berbagai daerah ini menjadi bentuk perlawanan mahasiswa terhadap kebijakan yang dianggap merugikan rakyat.
 

Tags

Terkini