Main ke Rumah Teman, Pulangnya Lewat Atap! Kesalahpahaman Ini Bikin Heboh Satu Kampung

Photo Author
Tarwan Stanis, Reportase NTT
- Senin, 17 Februari 2025 | 20:57 WIB
Mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian, semua pihak akhirnya sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. (Foto Polda NTB)
Mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian, semua pihak akhirnya sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. (Foto Polda NTB)


REPORTASENTT.COM, LOMBOK BARAT- Seorang pria berinisial SM, warga Dusun Kebun Indah, Desa Sesela, nyaris menjadi korban amukan massa setelah diteriaki maling oleh seorang ibu di Dusun Midang, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (16/02/2025).
 
Beruntung, pihak kepolisian bergerak cepat dan berhasil menyelesaikan kasus ini melalui mediasi sehingga tidak terjadi tindakan anarkis.

Kapolsek Gunungsari, AKP Supianto, menjelaskan, insiden ini bermula dari kesalahpahaman ketika SM bertamu ke rumah temannya, A, di Dusun Midang.
 
 
Saat itu kata Kapolsek, A meninggalkan SM sendirian di rumahnya karena ada keperluan mendadak, tanpa memberi tahu ibunya yang berada di kamar.

Ketika sang ibu keluar kamar, ia terkejut melihat orang asing di dalam rumahnya.
 
Panik, ia spontan berteriak “maling!” yang membuat SM ketakutan dan mencoba kabur dengan melompati atap rumah warga.
 
Baca Juga: Tak Pandang Bulu! Sat Narkoba Polres Simalungun Tangkap Pengedar Sabu di Hotel

Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang langsung mengejar SM.
 
Beruntung, sebelum situasi semakin memanas, warga berhasil mengamankan SM dan membawanya ke rumah Ketua RT.
 
Bhabinkamtibmas setempat segera turun tangan untuk mencegah massa bertindak lebih jauh.
 
Baca Juga: Nginap di Kos Teman, Pelajar SMA di Mataram Lakukan Aksi Tak Terduga di Tengah Malam!

Mengetahui adanya potensi keributan, personel Polsek Gunungsari bergerak cepat untuk menengahi permasalahan ini.
 
SM kemudian dibawa ke Mapolsek Gunungsari untuk dilakukan mediasi bersama warga yang terlibat dalam insiden tersebut.

AKP Supianto menegaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi, kejadian ini murni kesalahpahaman.
 
 
Dalam pertemuan mediasi yang difasilitasi oleh kepolisian, semua pihak akhirnya sepakat menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

“Kami bersyukur masalah ini dapat diselesaikan dengan damai tanpa adanya tindakan anarkis. Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar lebih berhati-hati dalam menyikapi suatu kejadian,” ujar AKP Supianto.

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Gunungsari mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi dan memastikan terlebih dahulu kebenaran suatu peristiwa sebelum bertindak.
 
Baca Juga: Kronologi Tawuran Antar Pemuda di Alor, Dari Informasi Intelkam hingga Upaya Polisi Menenangkan Kerusuhan!

“Kami meminta masyarakat untuk tidak langsung main hakim sendiri. Jika menemukan kejadian mencurigakan, segera laporkan ke pihak kepolisian agar dapat ditangani secara hukum dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Aparat kepolisian juga terus berupaya mengedukasi warga agar tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghindari tindakan main hakim sendiri yang dapat berakibat fatal.
 

Editor: Tarwan Stanis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X