Kronologi Tawuran Antar Pemuda di Alor, Dari Informasi Intelkam hingga Upaya Polisi Menenangkan Kerusuhan!

Photo Author
Natanael Kwintalis Helan, Reportase NTT
- Senin, 17 Februari 2025 | 08:23 WIB
Anggota dari Polres Alor tengah berjaga- jaga di lokasi. (Foto TBN Polres Alor)
Anggota dari Polres Alor tengah berjaga- jaga di lokasi. (Foto TBN Polres Alor)
 


 
 


REPORTASENTT.COM, ALOR-  Bentrokan antar pemuda kembali terjadi di kawasan Simpang Empat Putra Lio, Sabtu (15/2/2025) malam, melibatkan pemuda dari Kelurahan Wetabua dan Kampung Baru, Kelurahan Nusa Kenari.
 
Insiden ini menggemparkan warga setempat dan memicu kerusakan pada beberapa rumah akibat lemparan batu.

Kejadian bermula sekitar pukul 23.20 WITA, ketika Satuan Intelkam Polres Alor menerima laporan mengenai sekelompok pemuda yang berkumpul dan diduga berencana melakukan tawuran.
 
 
Menanggapi hal tersebut, Perwira Pengawas Kasat Intelkam IPTU Eston A. Bolu, S.H., bersama KA SPKT AIPDA Lalu Wiwin Santika, dan sejumlah personel langsung menuju lokasi untuk menenangkan situasi.
 
Polisi berhasil meredam ketegangan sementara waktu.

Namun, sekitar pukul 00.10 WITA, massa semakin banyak dan tawuran kembali pecah.
 
 
Untuk mengatasi situasi, Kapolres Alor AKBP Supriadi Rahman, S.I.K., M.M., beserta Kabag Ops Polres Alor AKP I Ketut Suhendra, S.H., turun langsung ke lokasi.
 
Mereka berusaha membubarkan massa dan mengimbau agar tawuran segera dihentikan.
 
Karena tidak dihiraukan, Kapolres memerintahkan untuk mengamankan pelaku yang membawa senjata tajam, seperti busur anak panah dan parang.
 
Baca Juga: Kebakaran 3 Kapal di Lombok Timur, Dugaan Kelalaian di Dapur Kapal, Polisi Temukan Fakta Ini!

Sekitar pukul 05.00 WITA, massa kembali menyerang dengan lemparan batu dan panah ke arah petugas.
 
Dalam situasi ini, Kapolres bersama anggota Polres Alor dan Brimob Kompi 4 Yon A Polda NTT kembali melerai kedua kelompok yang bertikai.
 
Petugas mengimbau warga untuk kembali ke rumah demi menghindari jatuhnya korban lebih lanjut.
 
Baca Juga: Vadel Badjideh Resmi Ditahan atas Kasus Asusila, Kuasa Hukum Temukan Bukti Baru yang Menjerat Lolly

Meskipun tak ada korban jiwa, beberapa rumah mengalami kerusakan parah akibat lemparan batu.
 
Tujuh orang yang terluka dalam tawuran sebelumnya telah menjalani perawatan di RSD Kalabahi.

Situasi kini telah kembali kondusif, meski pemuda dari kedua kelompok masih berjaga di kampung masing-masing.
 
 
Personel Polres Alor terus berjaga di lokasi untuk mencegah bentrokan susulan.
 
Kapolres Alor juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat guna menghindari insiden serupa.

Kapolres Alor mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi.
 
 
"Alor dikenal dengan toleransi dan kekeluargaan yang tinggi, mari kita jaga bersama nilai-nilai tersebut," tegasnya.

Pihak kepolisian telah memeriksa enam orang saksi dan berkomitmen untuk mengungkap para pelaku tawuran ini dalam waktu dekat.

Editor: Natanael Kwintalis Helan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X