REPORTASENTT.COM, BANYUWANGI- Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) resmi memulai investigasi menyeluruh terkait insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali.
Proses investigasi dimulai pada Jumat (4/7/2025) di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.
Ketua KNKT, Soejanto Tjahjono, menyatakan pihaknya telah mengumpulkan berbagai rekaman video yang beredar di media sosial terkait detik-detik kapal tenggelam.
Baca Juga: Ketika Polisi Menjadi Sosok Panutan, Cerita di Balik Pemakaman AIPTU Yohanes Don Bosco Kerans
“Kami sudah mulai mengumpulkan video-video di medsos saat kapal tenggelam,” ujar Soejanto dalam konferensi pers, Jumat pagi.
Selain itu, KNKT akan menelusuri riwayat serta proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk memastikan kelayakan kapal sebelum beroperasi.
Evaluasi juga dilakukan terhadap alat keselamatan kapal, seperti jumlah sekoci dan jaket pelampung yang tersedia.
Baca Juga: 400 Penumpang Turun, 318 Naik: KM Bukit Siguntang Sandar Aman di Pelabuhan Maumere
“Kami akan cek juga berapa jumlah alat keselamatan di kapal yang berfungsi,” tambah Soejanto.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam setelah melepas jangkar dari Pelabuhan Ketapang pada Rabu (2/6/2025).
Kapal tersebut mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal.
Baca Juga: Detik- detik KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, 4 Tewas dan Puluhan Masih Hilang
Hingga kini, 35 korban telah ditemukan, dengan rincian 29 selamat dan 6 meninggal dunia.
Pencarian terhadap penumpang yang hilang masih berlangsung melibatkan Basarnas, TNI AL, dan relawan gabungan.
Artikel Terkait
629 Warga Jadi Korban Human Trafficking, Keuskupan Maumere Soroti Modus Baru Perdagangan Manusia
Perpas Nusra XII Resmi Ditutup, Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah Berikutnya
Sidak Bupati SBD Viral, Tunjangan Guru Mandek Sejak 2024 Diusut, Dinas Pendidikan Mulai Dibersihkan
400 Penumpang Turun, 318 Naik: KM Bukit Siguntang Sandar Aman di Pelabuhan Maumere
Ketika Polisi Menjadi Sosok Panutan, Cerita di Balik Pemakaman AIPTU Yohanes Don Bosco Kerans