Dari Jagung Titi hingga Keripik Pisang: Strategi Ketua SPPG Hidupkan Ekonomi Lewat Dapur MBG

Photo Author
Paulina Labina, Reportase NTT
- Senin, 5 Januari 2026 | 21:48 WIB
Peresmian dan pemberkatan Dapur Makan Bergizi Gratis di Desa Waiwadan disaksikan tokoh masyarakat, relawan, dan pemerintah setempat, Senin (5/1/2026).  (Foto Elen Labina)
Peresmian dan pemberkatan Dapur Makan Bergizi Gratis di Desa Waiwadan disaksikan tokoh masyarakat, relawan, dan pemerintah setempat, Senin (5/1/2026). (Foto Elen Labina)


REPORTASENTT.COM, ADONARA- Acara syukuran Natal bersama sekaligus pemberkatan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) digelar di Desa Waiwadan, Kecamatan Adonara Barat, Flores Timur, Senin (5/1/2026).



Kegiatan ini disambut positif masyarakat karena dinilai tak hanya mendukung pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga berpotensi menggerakkan ekonomi lokal.



Ketua SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), Wilfrid Kabelen, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Dapur MBG di Waiwadan yang disebutnya sebagai berkat bagi semua pihak.

 

 

Baca Juga: Bupati Flores Timur Resmikan Dapur MBG Generasi Pertama di Waiwadan



Wilfrid menyampaikan, Dapur MBG diharapkan menjadi motor ekonomi dengan memanfaatkan potensi lokal, mulai dari peternakan ayam hingga produksi bahan pangan oleh masyarakat setempat.



Dalam satu kali pelayanan kata dia, Dapur MBG membutuhkan sedikitnya 250 ayam dan 3000 an butir telur per hari serta pasokan sayur dan bahan pangan lainnya yang diharapkan dapat dipenuhi dari dalam wilayah Waiwadan.



Ia juga menjelaskan perbedaan menu basah dan menu kering yang diberikan kepada siswa, yang bertujuan menghindari kejenuhan sekaligus memberdayakan UMKM lokal.

 

Baca Juga: Di Balik Tragedi KM Putri Sakinah: Labuan Bajo Dinilai Gagal Jamin Keselamatan Wisatawan



Menu kering seperti jagung titi, keripik pisang, dan keripik ubi diharapkan diproduksi oleh pelaku UMKM desa dengan pendampingan pemerintah, lalu diserap oleh Dapur MBG.



Wilfrid menutup sambutannya dengan menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Fernando Bersaudara dan seluruh relawan, serta memohon maaf atas kekurangan selama pelaksanaan program.

Editor: Yuga Yuliana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X