REPORTASENTT.COM, KUPANG- Peristiwa tenggelam merenggut nyawa pelajar berusia 15 tahun di Bendungan Kali Manikin, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Minggu (19/4/2026) siang.
Korban berinisial SEAN A. Manggi meninggal saat berupaya menolong saudaranya yang terseret arus.
Laporan kejadian diterima aparat Polsek Kupang Tengah sekitar pukul 11.30 WITA dari Ketua RT 017 Desa Mata Air, Roy. Informasi awal menyebut insiden terjadi ketika sejumlah anak mandi di bendungan tersebut.
Baca Juga: LKPJ 2025 Flores Timur: Pendapatan Daerah Capai 94,53 Persen, Bonus Demografi Jadi Peluang
Kronologi menunjukkan korban bersama beberapa rekannya, termasuk Satria Manggi (10), berada di lokasi sejak sekitar pukul 10.30 WITA. Salah satu saksi melihat Satria terseret arus sungai yang cukup deras.
Melihat kondisi itu, Sean langsung berusaha memberikan pertolongan. Arus yang kuat justru menyeret korban hingga hilang dari permukaan air.
Saksi lain, Imanuel Nenotek (14), berupaya menolong menggunakan sebatang bambu dari sekitar lokasi.
Upaya tersebut berhasil menyelamatkan Satria, namun korban Sean tidak sempat dijangkau dan terbawa arus.
Warga bersama saksi kemudian meminta bantuan untuk pencarian sekaligus memberitahukan keluarga korban. Aparat kepolisian tiba sekitar pukul 11.35 WITA dan bersama warga menemukan korban tidak lama kemudian.
Korban dibawa ke RS S.K. Lerik Kupang. Hasil pemeriksaan tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia.
Baca Juga: Diduga Cemarkan Nama Baik Bupati Kupang, H.D Resmi Jadi Tersangka oleh Ditreskrimsus Polda NTT
Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi.
Kapolres Kupang AKBP Rudy Junus Jacob Ledo melalui Kasi Humas Polres Kupang, Ipda Lalu Rohandy Hidayat, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di lokasi berisiko.
“Peristiwa ini menjadi pengingat penting agar masyarakat lebih berhati-hati. Anak-anak dan remaja sebaiknya tidak mandi di lokasi berarus deras tanpa pengawasan,” kata Rohandy.
Baca Juga: Kasus Kekerasan di Ile Boleng: Operator SD dan Saudaranya Diduga Aniaya Pensiunan Guru
Ia juga menekankan peran pengawasan orang tua dalam mencegah kejadian serupa, terutama saat anak beraktivitas di luar rumah.
Artikel Terkait
Curi Gelang Emas 20 Gram, Pemuda Asal Sumba Timur Diamankan Polisi di Kupang
Advokat Ajukan Praperadilan, Soroti Dugaan Setting Informan dan Hilangnya Bukti dalam Kasus Narkotika Flotim
GMNI dan AKPERSI Desak Kapolres Flotim Usut Dugaan Percobaan Pembunuhan Lansia di Flores Timur
Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Adonara: BAP Satres Narkoba Disoal, Laporan Penyesatan Proses Hukum Bergulir ke Pidum Polres Flores Timur
LKPJ 2025 Flores Timur: Pendapatan Daerah Capai 94,53 Persen, Bonus Demografi Jadi Peluang